Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2014

Pray for Indonesia

Lagi dan lagi, musibah datang silih berganti.. Belum lama ini Indonesia diguncang berbagai musibah san tadi malam terjadi lagi.. Gunung kelud di daerah kediri terjadi erupsi. Tidak tanggung tanggung, hujan abu vulkanik terasa sampai wilayah jawa tengah. Padahal dulu ketika merapi erupsi, wilayah solo tak terkina imbas hujan abu yang cukup berarti. Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya letusan itu, sampai sampai suara letusan terdengar si langit jawa tengah..
Terkadang, kita harus bisa membuka mata hati, dan sadar akan semua musibah ini..
Lagi lagi kita diingatkan untuk senantiasa mengingat Yang Maha Segala..
Allah telah menjelaskan didalam kitab-Nya bahwa jika kita tak mampu mengingat-Nya maka Ia akan memberi peringatan kepada kita..
Sudah sejatinya kita sebagai manusia sadar diri, menyadari siapa sebenarnya diri kita dan akan kemana kita kembali..
Allah begitu mudah memuntahkan isi perut bumi dalam sekejap, begitu mudah melenyapkan apapun milk-Nya dalam sekejap.. Apalagi kita yang hanya manusia biasa..
Sudah seharusnya kita kembali kepada jalan yang Dia kehendaki..
Mungkin saja ini semua sebagai penghapus dosa atau justru sebagai kutukan untuk kita yang lalai.. Wallahu a'lam..
Semua yang hidup akan mati, semua yang dipinjamkan akan diambil kembali..
Semoga setelah ini, Indonesiaku lebih paham arti dari sebuah hukum sebab akibat..
Dan semoga semua ini merupakan awal yang baik untuk Indonesia berbenah diri..

Ya Allah, kuatkanlah kami..
Sabarkanlah kami, berikanlah keikhlasan kepada kami..
Semoga setelah semua bencana yang melanda ini, kami mampu menjadi ummat-Mu yang lebih baik lagi..

Kamis, 13 Februari 2014

Positifkan Hidupmu

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga. Hari ini, Allah memberi saya kesempatan untuk berkenalan dengan orang orang positif. Belum lama memang, baru beberapa jam ngobrol aktif via Whatsapp bersama mereka bahkan belum bertatap muka secara langsung. Dimulai dari perkenalan saya bersama mbak vita, salah satu anggota tim SPJ bali yang amat sangat humble. Kemudian dia menyarankan saya untuk bergabung di MJWJ, apa itu? Awalnya juga saya bertanya kepada mbak vita, dan ternyata itu adalah sebuah komunitas Man Jadda Wa Jadda untuk wilayah denpasar. Baru saja beberapa jam saya ngobrol dan nimbrung bersama mereka energi positif sudah mulai terasa. Yang tadinya saya sedang down karena berbagai masalah yang datang, akhirnya pelan pelan muncul semangat baru. Semangat positif yang saya dapatkan dari teman teman baru, yang Inshaa Allah memiliki satu visi misi yang sama. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.. Kau kumpulkan aku bersama orang orang baik. Semoga kelak pertemananku dan juga perkenalanku membawaku semakin mendekat kepada cinta-Mu.. Aamiin

Kamis, 30 Januari 2014

Pahlawan yang Terlupakan

Dan akhirnya hari ini saya keluar dari sangkar emas.hhaa. Setelah sekian lama terkurung dan jarang sekali menghirup segarnya udara pagi jalanan atau sekedar menikmati padatnya jalan jalan kota. Sebenarnya tadi saya ingin menyelesaikan urusan yang tertunda di POLDA Bali, tetapi berhubung hari ini hari libur jadi usaha saya mendatangi POLDA menjadi sia sia belaka.hhe..
Sembari mengendarai motor kesayangan yang setia menemani, tiba tiba saja fikiran saya melayang entah kemana arahnya. Setelah itu saya memutuskan untuk tidak kembali kerumah dulu, karena saya fikir jarang sekali saya mendapatkan waktu luang untuk sejenak mengelilingi kota. Terus melaju perlahan, dan melihat kanan kiri.. Ternyta tak banyak yang berubah dari jalanan kota, melihatnya membuat saya kembali ke masa lalu. Masa dimana saya masih merasakan kebebasan sepenuhnya, walaupun bukan berarti saya sekarang sudah tidak bebas. Hanya saja keadaan sudah tak sama seperti dulu.
Tak terasa, sudah cukup jauh saya berkeliling, sejenak teringat sosok sosok guru kebanggaan sekolah saya terdahulu. Sayapun memutuskan untuk menuju sekolah SMA saya, dan ternyataaaa... Sepi, sunyi, terasa asing, yaiyalah inikan hari libur. Ya ampuunn.hhaa.. Akhirnya saya urungkan niat dan kembali menuju rumah. Diperjalanan melewati juga sekolah SMP dan SD saya dulu..
Mengingat ngingat masa itu, masa penuh dengan tawa ceria, masa dimana saya mulai membentuk pribadi diri. Semua itu tidak terlepas dari jasa jasa guru yang telah mendidik saya. Mereka itu orang orang pilihan Tuhan yang mempunyai hati yang tulus.
Saya yakin, tidak banyak orang yang mau mengingat guru guru semasa SD, SMP, SMA. Jarang sekali dari kita mau menyempatkan diri untuk bersilaturrahim. Saya akui itu, mungkin kesibukan menjadi salah satu alasan yang tak terbantahkan. Tetapi jika kita mengingat lagi semua jasa mereka, apakah pantas mereka dilupakan dan dihilangkan dari memori kita.
Yang harus selalu kita ingat adalah bahwa gurulah salah satu faktor yang membentuk pribadi kita, ang turut serta mengantarkan kita pada kesuksesan saat ini, jadi saya menyarankan untuk siapapun yang membaca artikel ini agar segera bersilaturrahim ddengan guru, mendatangi mereka. Saya yakin, sekalipun kita tidak membawa barang barang mewah untuk mereka, mereka akan tetap senang dengan kedatangan kita. Bagi mereka, melihat anak muridnya sukses itu hal yang sangat cukup membahagiakan. Tidak ada guru yang menuntut ini dan itu saat kita telah menjadi orang yang sukses, mereka hanya ingin di ingat. Doakan guru guru kita agar mendapatkan yang terbaik oleh Allah, agara senantiasa dilindungi Allah, agara senantiasa berada dalam kebaikan..
Gurulah yang membentuk generasi generasi penerus yang unggul, mereka pantang menyerah dalam mengajarkan segala ilmu dan kebaikan. Jangan pernah membiarkan mereka menjadi PAHLAWAN yang TERLUPAKAN..


Selasa, 28 Januari 2014

Jangan Gadaikan Prinsipmu !

Sudah sekian lama saya berusaha mencari pekerjaan, kesana kemari menyebar lamaran lamaran yang saya buat. Mencari informasi ke berbagai penjuru tempat, bukan hanya berhenti disitu, saya juga selalu mengupdate informasi lewat media sosial. Sebenarnya bukan saya susah mendapatkan pekerjaan, tapi selalu saja gagal diakhir interview kerja. Kenapa? Jangan buru buru berfikir bahwa saya mengharapkan gaji yang besar. Tidak, tidak sama sekali.
Saya hidup di lingkungan sosial yang mayoritas nonmuslim, di pulau kecil yang mereka sebut dengan pulau Dewata (pulau seribu dewa). Hidup dan besar disana membuat saya mengerti bahwa toleransi beragama sangatlah penting untuk diterapkan. Sampai akhirnya saya mengentaskan study saya di Solo, Bapak dan Ibu meminta agar saya kembali ke Bali untuk menemani mereka.
Awalnya tawaran dari berbagai Rumah Sakit bonafit di luar kota datang menghampiri saya, tapi orang tua tidak merestui dan saya harus berfikir dua kali jika tetap ingin merantau. Yang saya tahu bahwa ridha Allah bersama dengan ridha kedua orang tua, itulah prinsip yang saya pegang sampai detik ini. Saya tahu, sewajarnya seorang wanita yang belum memiliki suami masih berada dalam tanggung jawab kedua orang tuanya. Mungkin karena itu juga Bapak tidak rela melepaskan saya untuk bekerja jauh dan lepas dari pantauannya.
Saya akui tidak mudah juga untuk mencari pekerjaan yang sesuai passion saya disini. Saya memang jebolan kesehatan, tetapi  bukan berarti saya harus bekerja dilaboratorium atau rumah sakit. Saya percaya rezeki saya bukan hanya dibidang itu, akan selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha. Bukan sekedar berusaha keras saja, tetapi juga berusaha cerdas dan ikhlas. Itu pesan dari Pak jamil.hhe
Lalu apa masalahnya kalau begitu? Masalahnya adalah tentang peraturan di hampir seluruh perusahaan swasta/negeri di Bali yang melarang karyawannya untuk berkhimar/berkerudung. Saya tidak mengatakan berjilbab syar’i, tetapi berkrudung dalam konteks masyarakat umum. Itulah yang menjadi kendala saya sampai detik ini, hampir semua tawaran saya tolak hanya karena masalah itu itu saja.
Memang kita tidak bisa memaksakan perusahaan untuk mengikuti atuan main kita, karena memang kitalah yang harus mengikuti aturan main mereka. Jadi kita sendiri juga yang harus aware dan mau membentengi diri dengan tawaran tawaran yang kadang melenakkan. Bahkan ketika menolak tawaran di salah satu lab bonafit di Bali, saya sempat down. Bahkan sempat pula saya berfikir untuk memendekkan kerudung saya.”Apakah tidak ada toleransi untuk yang berkerudung?mungkin kerudung saya bisa saya masukkan ke dalam kerah baju agar tidak menganggu pekerjaan saya”, kata yang saya ingat saat interview kerja. Tetapi tetap saja hal itu tidak diperbolehkan, sempat terdiam sejenak dan akhirnya saya memutuskan untuk menolak tawaranya.
Setibanya dirumah, saya langsung menangis di pangkuan Ibu. Bukan, saya bukan menangisi tawaran pekerjaan itu. Tetapi saya menangisi apa yang telah saya fikirkan sebelumnya. Betapa hinanya saya di mata Allah, karena hanya karena uang dan pekerjaan saya sempat berfikir untuk memendekkan kerudung saya. “Nduk, seberapapun besar gaji yang kau terima,jika kau gadaikan prinsipmu maka Allah tidak akan pernah ridha. Ibu tidak pernah rela membiarkan diri ini  memakai uang yang kau berikan karena itu bukan uang yang berkah. Jangan putus asa, akan ada massanya kau mendapatkan yang terbaik. Ibu tidak pernah menuntut agar kau bekerja dan menggadaikan prinsipmu karena sejatinya wanita itu lebih utama berada dirumah. Ibu mendidikmu kemudian menyekolahkanmu setinggi mungkin bukan untuk mendapatkan uang yang banyak, tetapi untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Karena kelak kau juga akan menjadi seorang Ibu, dan seorang Ibu haruslah cerdas dan pintar, Ibulah yang akan mendidik dan menciptakan generasi generasi penerus bangsa dan pejuang agama dijalan Allah. Jika kau nihil tentang ilmu, bagaimana mungkin akan tercipta generasi yang unggul. Maka dari itu, jadilah muslimah yang kuat dalam berbagai hal, termasuk juga dalam keistiqomahan. Ikatlah prinsipmu di lubuk hati terdalam dan jangan sekali kali kau mencoba untuk melepasnya. Mahkotamu itu berharga nduk, auratmu bukan barang dagangan. Ini hanya ujian kecil keimananmu, diluar sana ada begitu banyak ujian besar menanti. Kalau kau bercita cita ingin berkumpul bersama orang orang mukmin pilihan Allah di syurga, kau harus tahan banting menghadapi cobaan dunia. Tenang anakku sayang, Allah senantiasa bersama kita.” Pesan Ibu kepada saya.

Sejak hari itu, saya memutuskan untuk tetap berusaha menyebarkan lamaran kerja. Tidak ada kata pantang menyerah, karena saya yakin Allah akan mengganti setiap tetesan keringat yang saya keluarkan. Kenapa saya masih ngotot untuk bekerja? Karena ada begitu banyak mimpi saya yang belum terealisasi, dan saya yakin itu membutuhkan uang. Saya masih harus melanjutkan study saya, masih harus memberangkatkan orang tua berhaji, masih harus membangun Rumah Sakit gratis dan masih banyak lagi. Dan saya selalu menginginkan apapun cita cita saya harus saya wujudkan dengan hasil keringat saya sendiri. Saya yakin, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dan saya yakin saya bisa meraih mimpi saya tanpa harus menggadaikan prinsip saya.

Minggu, 26 Januari 2014

Jangan Ganggu Privasi Orang Lain !

Hemm, hari ini lagi lagi dengerin ibu ibu ngegosip ria, rasa rasanya tiada hari tanpa menggunjingkan orang lain. Mungkin itu sudah jadi bumbu penyedap kala berkumpul bersama kali yaa :D Saya tidak pernah mengatakan kalau saya tidak pernah menggunjingkan orang, yah namanya saja manusia. Pasti pernah berlaku khilaf baik disengaja ataupun tidak. Tetapi saat inipun saya sedang berusaha memperbaiki diri agar tidak mengurusi persoalan orang lain. Jikalau saya bisa membantu permasalahanya ya Inshaa Allah akan saya bantu, tetapi jika tidak saya selalu berusaha untuk tidak mengomentarinya. Telah diriwayatkan dalam hadist dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda :
“Tahukah kalian yang dimaksud dengan menggunjing itu?” para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda “Engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Dikatakan, “Bagaimana pendapatmu apabila apa yang aku katakan memang ada pada dirinya?” Beliau menjawab, “Apabila apa yang engkau katakan ada pada dirinya berarti engkau telah menggunjingnya dan apabila apa yang kau katakan tidak ada pada dirinya berarti engkau telah memfitnahnya.”(HR. Muslim)
Ingat pembahasan saya sebelumnya tentang “benda yang paling tajam”?. Yaa, itulah lidah kita. Lidah yang berukuran kecil tapi memiliki efek yang begitu besar. Jika kita senantiasa menjaganya, mengarahkan pada kebaikan Inshaa Allah akan baik pula jadinya, begitupun sebaliknya.
Allah telah mengaruniakan kita sesuatu yang sempurna, bersyukur tidak kekurangan dalam hal apapun. Sejatinya kita bisa lebih mensyukuri itu. Bukan saya menceramahi, saya bukanlah orang yang suci. Saya hanya ingin mengajak untuk bersama sama melakukan kebaikan. Saya yakin setipa orang pasti memiliki masalah dan keburukan keburukan di dalam hidupnya, tapi apa lantas dengan seperti itu kita bisa mengomnentaris semua masalah dan keburukan mereka?. Jika yang kita bicarakan itu sebuah kebenaran, Allah akan mengganjarnya dengan dosa. Apalagi yang kita bicarakan bukan yang sebenarnya, atau kita menambah dan melebih lebihkan fakta itu, bisa dibayangkan dosa dosa yang kita dapat.
Sekali lagi saya katakan, bahwa kita sudah terlalu menumpuk dosa di keseharian kita, janganlah menambahnya dengan cara mengomentari permasalahan orang lain. Kita cukup menyibukkan diri dengan hal hal baik yang bermanfaat agar Allah mau mengapuni dosa dosa kita yang lalu. Saya rasa tidak pantas mengomentari orang dan menganggu privasi orang lain.

Saya memohon maaf yang sebesar besarnya jika tulisan ini menyakiti hati, saya hanya ingin berbagi bersama. Semoga saja Allah memberikan kita kesadaran penuh, agar senantiasa selalu berada dijalan yang Dia ridhai.. Aamiin

Sabtu, 25 Januari 2014

Belajar dari Nakira

Siapapun berhak untuk hidup sehat, tidak pernah ada satu orangpun di dunia yang ingin merasakan sakit. Karena sehat tetaplah pilihan terbaik untuk menjalani kehidupan. Tetapi bukan berarti saat kita sakit kita menyerah dan putus asa. Bukan berarti sakit menjadi alasan untuk menyalahkan keadaan yang ada. Allah telah memberikan cobaan sesuai kemampuan ummat-Nya.
                Seperti biasa, saya bertugas keliling bangsal untuk mengambil sampel darah pasien. Kali ini saya harus sampling di bangsal anak, di mana puluhan anak harus saya “sakiti”. Kadang ada rasa pilu, ketika melihat mereka menangis saat saya mengambil sampel darah mereka. Tak jarang saya kebingungan dan kesulitan jika harus menghadapi mereka. Bukan saya takut, tapi lebih kepada rasa tak tega. Selalu saya yakini  kedalam hati bahwa apa yang saya lakukan untuk kebaikan mereka juga.
                Ada yang berbeda pagi itu, Nakira pasien leukimia (kanker darah) berusia 8 tahun yang biasa saya panggil dengan sebutan Ira tiba – tiba menangis saat saya akan mengambil sampel darahnya. Tidak biasanya dia bersikap “aneh”, karena hampir beberapa kali saya mengambil sampel darahnya dia tidak pernah menangis. Justru dia selalu bercerita panjang lebar kepada saya, sampai sampai saya selalu terlambat untuk kembali ke laboratorium. Tidak jarang dia membuat saya tertawa dengan semua celotehannya yang menggemaskan. Saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana jika Allah menukar posisi saya dengan Ira. Sel – sel kanker yang hampir setiap waktu berubah dan bermutasi, semakin hari semakin menggerogoti tubuh mungilnya. Tetapi saya heran, dengan rasa sakit yang begitu luar biasa dia tidak pernah mengeluh apalagi menangis.
                Biasanya setiap saya menyiapkan peralatan sampling dan bersiap memasukkan jarum suntik di lengan tangannya, dia selalu mengatakan “Bismillahirrahmaanirrahiim, ga sakit kan mbak eci?ira kuat kok”. Kemudian dengan tenang dia duduk sembari tersenyum dan juga mengulang hafalan ayat –ayat-Nya. Seperti tidak pernah ada beban di hidupnya, hanya ketegaran dan kekuatan yang selalu saya lihat menghiasi wajah mungilnya. Tetapi kali ini benar benar aneh, dia menangis sejadi – jadinya. Sayapun dibuat kelabakan dan bingung harus bagaimana, karena tidak mungkin jika saya kembali ke laboratorium tanpa membawa sampel darah Ira.
                Pelan pelan saya mencoba merayu, mengambil hatinya. “Ira cantik, kok nangis? Ira kan pintar, biasanya kalau mbak ambil darahnya Ira ngulang hafalan kan?Kok sekarang nangis?Kenapa sayang??”. Sekian lama saya menunggu jawaban dia hanya menangis sesenggukan, kemudian jeda beberapa saat dia bertanya “mbak, kalau bohong itu dosa ya? Dosanya seberapa banyak? Terus kalau membuat Ummi sama Abi menangis itu juga dosa ya? Terus kalau jadi anak yang ga baik dan nakal itu juga dosa kan?”.. Seketika saya termenung, masih bertanya – tanya kenapa Ira berkata seperti itu. “Iya sayang, itu semua perbuatan dosa. Ira tidak boleh melakukan itu ya dek, nanti kalau Ira sudah sembuh terus Ira sudah sehat harus tumbuh jadi wanita solehah yang baik yaa cantik” saya katakan sembari menyubit pipinya. Saya kira setelah saya mengatakan itu ira berhenti menangis dan mau untuk diambil sampel darahnya, tetapi justeru sebaliknya. Tangisannya semakin mengeras sampai sampai saya semakin bingung dibuatnya.
                Beberapa saat, kondisinya mulai stabil dan berhenti menangis. Kemudian sambil mengulurkan tangan untuk diambil darahnya dia berkata, “mbak, hari ini ira sudah bohong sama Om dokter. Saat om Dokter bertanya apakah sakit atau tidak, ira mengatakan tidak sakit. Padahal yang sebenarnya ira merasakan sakit di perut ira. Ira sudah melakukan dosa sama Om dokter. Pagi tadi Ira melihat Abi berdoa sambil menangis, Abi berkata kalau ira sakit parah dan memohon sama Allah. Dan Ummi juga ikut menangis, Ummi mengatakan ira harus kuat. Ummi dan Abi menangis karena ira sakit kan mbak? Jadi ira sudah melakukan dosa sama Ummi dan Abi. Dan ira juga sudah menjadi anak yang nakal karena belum bisa menghafal semua jus 30, padahal Ira sebentar lagi mau ketemu Allah dan Rasulullah. Ira membuat Ummi dan Abi menangis, menyusahkan banyak orang.” Seketika saya memeluk tubuhnya, seperti tidak ingin melepas pelukan hangat wanita kecil itu. Tidak terasa, air mata menetes tidak henti – hentinya. Speechless, saya bingung harus mengatakan apa. Hanya ada harapan besar di dalam hati, agar hari itu juga Allah mengangkat semua rasa sakit yang dia rasakan.
Subhanalllah, ternyata Allah telah mengirim malaikat kecil tanpa sayap dikehidupan saya. Ira begitu mengajarkan banyak hal tentang kemuliaan hidup. SEjatinya memang ilmu dan pelajaran yang ada tidak selalu didapat dari buku, tetapi juga dari pengalaman dan lingkungan sosial seseorang. Ira mengajarkan saya makna tentang kehidupan, bagaimana kita harus berjuang, semangat yang luar biasa, optimisme, keyakinan pada Allah, cinta tulus yang suci, dan rasa syukur yang besar.
         Kata – kata ira selalu menjadi cambukan keras untuk diri saya pribadi, saya malu kepada Ira dan juga Allah. Saya yang diberi kesempurnaan nikmat, tidak jarang melalaikan rasa syukur kepada Allah. Yaaa, begitulah hidup. Terkadang hidup dengan kesempurnaan begitu melenakkan kita, sampai kita lupa jati diri kita sebenarnya. Kita tidak lebih dari seonggok daging dan tulang dengan pinjaman nyawa dari Allah. Semua yang ada pada diri kita hanya pinjaman, Jika hari ini kita masih merasa bangga dengan semuanya, lihatlah esok jika Allah menagih semua milik-Nya dalam sekejap.

Jumat, 24 Januari 2014

Hikmah Belajar Bersepeda

Sewaktu saya belajar naik sepeda, Ibu mengatakan bahwa “dalam belajar bersepeda haruslah kuat, Tidak ada orang yang belajar bersepeda tanpa merasakan jatuh”. Tetapi saya buru buru menyangkalnya dan mengatakan bahwa saya tidak akan jatuh. Dan benar saja, saya tidak terjatuh saat pertama kali mengayuh sepeda karena saya langsung nyungsep di kebun tetangga :D. Sempat menangis, tetapi hanya sebentar saja. Setelah itu saya kembali asyik dengan sepeda yang saya naiki, kembali jatuh dan jatuh lagi. Tidak sedikitpun ada rasa bosan dan lelah untuk terus belajar mengayuh.. Sampai pada akhirnya, setelah sekian lama belajar.. Menghabiskan waktu, berlatih terus menerus, saya mulai bisa mengendalikan sepeda.. Kemudian dengan lancar saya mengayuh sepeda, bahkan sudah bisa melepas kedua tangan walaupun hanya sebentar :D
                Waktu berlalu, tetapi kata kata Ibu masih terngiang ditelinga, tersimpan di memory terdalam. Sejatinya nasihat Ibu bukan sekedar nasihat biasa, karena ia mengandung makna lain. Nasihat itu mengajarkan bahwa tidak ada yang instan, jika kamu ingin menguasai sesuatu butuh waktu untuk menjadi expert dalam hal itu, jika kamu ingin sukses kamu harus siap menghadapi gagal dan sakit.
                Bahkan ada yang mengatakan, kegagalan hanyalah penyemangat untuk mendekatkanmu pada impian. Yah sekali gagal, coba lagi. Dua kali gagal, coba lagi. Berkali kali gagal ya tetap coba lagi.. coba terus dan terus, karena secara tidak langsung itu akan melatih mental dan habits kita. Jadi ketika ada masalah masalah yang muncul, kita akan terbiasa untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Tidak pernah ada kata terlambat dan jangan pernah katakan “aku menyerah”.

                “jika hari ini kamu jatuh sebanyak 10 kali, maka besok kamu harus berlatih 20 kali lebih semangat, begitu seterusnya. Dan kelak akan ada suatu massa dimana kamu mulai merasakan hasil dari setiap perjuanganmu. Ikhlaslah dalam berlatih, ikhlaslah dalam bekerja, ikhlaslah dalam menghadapi apapun persoalan hidup. Kamu tahu, bahwa kamu akan ikut tumbuh bersama perjuangan, kegagalan, masalah yang kamu hadapi. Percayalah, Allah menghitung setiap tetes keringat yang engkau keluarkan untuk berusaha melakukan yang terbaik. Jangan mengeluh yaa, nikmatilah kegagalanmu serperti engkau menikmati jatuhmu saat belajar mengayuh sepeda”

Rabu, 22 Januari 2014

Hati hati dengan lidah kita

Lidah memang tidak bertulang, tapi siapa menyangka dia mampu menusuk sedalam dalamnya hati seseorang. Oh waw, kedengarannya lebay kan yaahh tapi inilah realitanya. Saya tahu setiap manusia tidak lepas dari khilaf, kita setiap waktu berinteraksi dengan orang orang pastilah ada saja saat saat dimana kita tak sengaja ataupun sengaja menyinggung perasaan orang lain. Adakalanya kita memang tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan menyakiti hati orang itu, tapi tetap saja yang namanya manusia tidak bisa lepas dari rasa sakit. Rasulullah juga menganjurkan untuk berbicara seperlunya saja atau lebih baik diam. Benar saja begitu, karena apa? Karena dari perkataanlah seseorang bisa saling mencintai bisa juga saling membenci. Dan itu tidak lepas dari fungsi lidah kita. Maka dari itu dikatakan bahwa lidahlah yang paling tajam bukan pisau, silet, atau yang lainnya. Karena lidahlah yang mampu melukai perasaan saudaranya sendiri, hanya lidahlah yang mampu menyulut api kemarahan kepada orang lain, karena lidahlah yang mampu menebar bara kebencian kepada orang lain juga. Naudzubillah, tentu tidak ada seorangpun yang ingin menjadi musuh ataupun dimusuhi. Sejatinya Allah menciptakan segala sesuatu pastilah memiliki fungsi. Selalu ada baik buruknya. Jika kita bisa memanfaatkan dengan baik dan benar, Insya Allah akan baik pula hasilnya begitupun sebaliknya. Bukannya saya ingin menceramahi orang lain. Siapa sih saya, saya juga tidak lepas dari yang namanya salah dan khilaf. Tulisan inipun bukan ditujukan untuk orang orang tertentu, tetapi untuk diri saya sendiri. Agar lebih aware terhadap apa yang terjadi. Pastinya akan selalu berlaku hukum sebab akibat. Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah menyakiti orang lain, pastilah pernah. Tetapi sebisa mungkin saya berusaha untuk memperbaikinya. Kalaupun ada seseorang yang berbicara lalu saya tersakiti, itupun juga wajar. Saya tidak akan menjudge siapapun, untuk apa? Wong saya aja masih banyak kurangnya kok. Saya hanya ingin mengajak, yuk kita sama sama perbaiki diri, sama sama berusaha menjadi yang terbaik, yang bermanfaat untuk sesama. Kita gunakan apapun fasilitas yang Allah kasih dengan sebaik baiknya. Karena siapa kita itu tercermin dari sikap dan perkataan kita. Soo, kita jaga sebaik mungkin sikap dan perilaku, kita jaga sebaik mungkin fikiran dan hati, kita jaga sebaik mungkin perkataan kitaa...

Jumat, 17 Januari 2014

Inilah Profesi Terbaik Bagimu

Kali ini saya akan merangkum isi dari buku “ Pekerjaan yang Membuatmu Sukses dan Bahagia” karya Ahmad Rifa’i Rif’an. Buku ini dikemas dalam bentuk buku saku yang simpel tapi padat makna. Jika Anda penasaran dengan bukunya, bisa hunting ke book store terdekat siapa tahu masih menemukannya.hhee.. Tapi jika tidak menemukan jangan salahkan saya yaa, karena setau saya buku ini edisi lamaa.. 
Baiklah saya tidak akan berceloteh banyak, mending kita mulai saja.Selamat membaca dan semoga bermanfaat...
Inilah Profesi Terbaik Bagimu..
Menurut penulis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih pekerjaan. Diantaranya adalah :
·        Dinikmati dan membuatmu bahagia
Ada petuah yang disampaikan oleh para tokoh – tokoh dunia, yaitu “carilah pekerjaan yang memberimu kebahagiaan”. Pekerjaan yang kita bahagia saat mengerjakannya, itulah yang akan membesarkan kita. Ketika kita menyukai pekerjaan kta, kita pun enjoy dalam bekerja. Bahkan, kita seolah – oah tidak sedang bekerja melainkan seperti halnya orang yang sedang bermain. Begitu banyak orang besar dalam sejarah yang kesuksesannya diperoleh karena mereka menikmati apa yang dikerjakannya. Pilihlah pekerjaan yang membuat kita bahagia. Karena ada begitu banyak yang hanya mempertimbangkan besarnya uang yang diperoleh meski ia bekerja dengan keterpaksaan jiwa. Pastilah sangat merugi orang – orang yang berlaku demikian.Mengapa begitu? Kita tidaklah boleh main – main dalam memilih profesi karena lebih dari separo hidup kita bisa jadi akan mengerjakan sesuai dengan apa profesi kita. Bayangkan saja jika selama dua puluh tahun kita mengerjakan sesuatu yang membuat kita tersiksa.
·       Berpahala
Bukankah seluruh hidup kita memang hanya untuk beribadah kepada Allah ta’ala? Termasuk juga profesi kita. Pilihlah pekerjaan yang tidak hanya berdampak pada kebaikan dunia tetapi juga punya efek terhadap kebaikan kita di akhirat kelak. Disini dikatakan bahwa hal ini lebih berkaitan dengan management niat. Niatkan pekerjaan kita sebagai media untuk mengumpulkan puing – puing pahala. Ketika memutuskan untuk menjadi guru maka niatkan untuk menebar ilmu. Jika memutuskan untuk menjadi penulis maka niatkan sebagai media syiar dan menebar inspirasi. Ibarat menanam padi, rumput bisa saja tumbuh. Tapi jika kita menanam rumput jangan harap akan tumbuh padi. Begitu jugalah manusia, jika kita meniatkan mencari dunia maka akhirat tidak akan didapat. Tapi jika kita meniatkan untuk akhirat maka dunia juga akan ikut.
·       Menghasilkan Uang
Tidak bisa dipungkiri, kita manusia biasa yang butuh makan, butuh tempat tinggal, butuh pakaian, butuh pendidikan, dan butuh untuk menafkahi keluarga. Dan semua itu butuh uang. Uang tetaplah menjadi salah satu prioritas dalam memilih pekerjaan. Besarnya penghasilan menjadi salah satu pertimbangan yang tidak bisa diabaikan. Bukan besarnya gaji, yang intinya adalah kesesuaian antara pemasukan dengan pengeluaran.
·       Sesuai Tujuan Hidupmu
Bagaimana kita tahu apa tujuan hidup kita? Ada salah satu caranya. Bayangkan ketika kita berada di alam kubur dan beberapa orang mendatangi makam kita, kita ingin mereka mengenang kita sebagai apa? Salah seorang guru marketing Hermawan Kartajaya pernah berujar, bahwa beliau ingin ketika ada yang melihat makamnya, orang tersebut akan sponta berkata “ Inilah makam pakar marketing dunia”. Maka, tetapkan apa tujuan hidup kita. Lalu pilihlah profesi yang bisa mendekatkan tercapainya tujuan tersebut.
·       Tidak Menyita Waktu dengan Keluarga
Ada orang – orang yang terlalu sibuk bekerja sampai sampai lalai dalam tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ada yang bekerja dari subuh sampai tengah malam. Saat dia berangkat kerja, anak masih tertidur dan saat ia pulang kerja anak sudah tertidur lagi. Benar sih kebutuhan ekonomi keluarga tercukupi, tapi apa iya keluarga hanya membutuhkan itu?Kapan ada waktu bercanda dengan keluarga, orang tua (bagi yang single) atau sekedar shalat berjamaah dirumah. Dan lokasi pekerjaan pun menjadi pertimbangan penting. Ada yang bekerja di Jakarta tapi keluarga di Solo, pulang hanya sebulan sekali. Bagaimana bisa membina keluarga dengan baik jika waktu berkumpul sangat jarang. Tipsnya, pilihlah pekerjaan yang memungkinkan memiliki banyak waktu dengan keluarga.
·       Manfaatnya Dirasakan oleh Sebanyak Mungkin Orang
Manusia terbaik adalah yang paling besar kemanfaatannya bagi sesama. Sehingga sebisa mungkin pilihlah pekerjaan yang manfaatnya bagi sesama itu terasa. Memang sih, hampir setiap pekerjaan memiliki manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi kadar kemanfaatan itu berbeda – beda. Misalnya menjadi pengusaha konveksi yang mempekerjakan ratusan orang dengan karyawan supermarket. Meskipun relatif, menjadi pengusaha manfaatnya lebih mudah dirasakan banyak orang secara langsung.
Ketika banyak yang mengkritik..
Banyak yang mengkritik dan menghina pilihan kita? Jika kritikan tidak membangun mending jangan terlalu difikirkan. Hidup hidup kita, yang menjalanipun kita, yang bakal meraih sukses atau gagal juga kita. Ngapain terlalu mikirin kritikan orang?Lanjutkan saja apa yang sudah kita pilih. Sambil terus berdoa semoga itu jalan hidup yang disediakan Allah untuk kita.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada mas Rif’an karena telah memberikan inspirasi lewat tulisannya. Semoga saja bukunya menjadi ladang pahala dan amal kebaikan. Dan semoga juga segala rahmat tercurahkan kepada para penebar penebar kebaikan lainnya. Aamiin..


Jumat, 10 Januari 2014

Re-defining Impossible !

Terkadang jika ada hal yang sulit untuk dicapai, diselesaikan atau jauh dari logika, banyak yang beramsumsi bahwa itu impossible.. Padahal sudah gamblang Allah menjelaskan dalam kitab-Nya bahwa Dia tidak akan membebani kita melebihi batas kemampuan ummat-Nya (QS Al – Baqarah : 268).. Dan itu berarti Allah telah memberikan sesuatu yang pastinya bisa kita lewati dan bisa kita jalani. Impossible is a sum of possibilites, if we are willing to do the possibilities, the impossible is NOTHING!.. Yah, begitulah adanya. Kemustahilan itu merupakan gabungan dari hal – hal yang mungkin saja terjadi, jika kita mau melakukan hal yang mungkin tersebut maka kemustahilan itu akan menjadi mungkin. Benar saja, ada seorang anak yang mampu menghafal 30 juz, atau hal – hal lain yang menurut kita impossible tapi nyatanya bisa dilakukan oleh orang lain. Jika  kita mau berusaha sedikit lebih keras dan cerdas, saya yakin apapun yang dianggap tak mungkin akan menjadi mungkin. Example, kita memimpikan untuk menjadi seorang writepreneur terkemuka. Jangan langsung buru – buru mengatakan ‘impossible ah”, “yo ga mungkinlah, nulis aja masih amburadul gini kok..” etc. Saya saja yang belum fasih dalam mengatur kalimat dan kata yang tepat yakin kok kalau suatu saat Allah kabulkan mimpi saya buat jadi writepreneur.hhee. Hanya saja, tentu membutuhkan adanya proses untuk mencapai itu.. Bisa di bilang kita harus benar – benar expert di bidang tulis menulis. Dan pastinya, jika kita ingin menjadi expert di bidang tertentu kita harus terus menerus berlatih.. Yups, repetititon yang akan membentuk habits (kebiasaan). Semakin kita ingin menjadi ahli dibidang tertentu makan semakin banyak waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk mencapai itu. Riset membuktikkan bahwa setidaknya diperlukan 10.000 jam untuk bisa mencapai kata expert tersebut. Dan bisa dibayangkan berapa tahun yang kita perlukan untuk menjadi expert di bidang yang kita tekuni. Singkat cerita, Action sajalah.. Tidak usah membumbui fikiran dengan kata impossible atau kata – kata negatif lainnya. Ingat ya, Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Jadi ketika ada kata – kata negatif yang keluar dari mulut kita, alam bawah sadar akan merekamnya dan benar saja kata – kata itu terjadi karena secara tidak langsung itu menjadi doa – doa kita.. Kalau kata Ust. Felix, action itu pertanda kesungguhan. Ia pembeda antara khayalan dan impian, juga pembeda antara orang munafik dan beriman. Sekali lagi bukan mimpi – mimpi kita yang impossible, tapi seberapa besar niat kita dalam memperjuangkan dan mencapai mimpi – mimpi itu.. Yuk mulai berfikir positif and Re-defining Impossible! :D
Impossible is just a big word thrown around
By small men who find it easier
To live in the world they’ve been given
Than to explore the power they have
To change it
Impossible is not a fact. It’s an opinion
Impossible is not a declaration. It’s a dare
Impossible is potential. Impossible is temporary
Impossible is nothing!

(Muhammad Ali)

Selasa, 07 Januari 2014

Tombo Ati

Tombo Ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang soleh kumpulono
Kaping papat wetengiro ingkang luwe
Kaping limo zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo iso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Ga asing kan sama lagu yang keren plus ngademin hati ini?hhee.. Iya tombo ati, itu judul lagunya.. Ada yang belum tahu artinya? Baiklah, sebagai orang jawa yang baik hati dan tidak sombong.hhee, Saya akan coba translatekan lirik lagu tersebut..
Ini dia artinya...
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua, shalat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima, zikir malam perbanyaklah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga – Moga Allah ta’ala mencukupi
Kurang lebih begitulah arti dari lirik lagu tersebut. Yah, Obat hati itu ada lima perkaranya.. Yang pertama, membaca Al-Qur’an dan memaknainya. Bukan hanya sekedar memaknai saja tapi juga berusaha mengaplikasikan ayat – ayatnya kedalam kehidupan sehari – hari.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم  , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).
            Sudah jelas kan kutipan hadist di atas. Hanya dengan mempelajari Al-Qur’an, kitab sempurna yang Allah turunkan untuk seluruh ummat. Kita mampu berjalan diatas jalan kebenaran yang Dia ridhai dan Dia cintai. Ketika membaca Qur’an dan mencoba memaknainya kita akan senantiasa memiliki hati yang damai, tidak ada rasa keluh kesah akan peliknya masalah dunia. Karena Allah sudah menjajinkan tempat terbaik dan tertinggi untuk ummat-Nya yang menjalankan segala aturan secara benar dan kaffah.
            Yang kedua, mendirikan shalat malam. Yess, Shalat di waktu sepertiga malam. Dimana para malaikat turun ke bumi dan Allah lebih dekat jaraknya dengan kita. Dimana doa – doa yang kita panjatkan akan lebih mudah untuk diijabah oleh Allah dan semua makhluk mengaamiininya. Karena disaat itu, kebanyakan dari kita sedang tertidur lelap dan hanya beberapa orang saja yang masih dengan tulus ikhlas menjalankan sunnah yang begitu dicintai Allah ini. Di dalam al-Qur'an telah banyak disebutkan tentang keutamaan shalat Tahajud, salah satunya seperti dalam surah Adz Dzariyaat : 15 - 18
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (١٥) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (١٦) كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧) وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (١٨

“ Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar."
            So, ketika hati gundah gulana dilanda kegelisahan yang menyeramkan.hhee, ada baiknya kita mengadu kepada-Nya, bersimpuh disepertiga malam-Nya, mencurahkan segala rasa dan memohon yang terbaik disaat shala tahajjud. Insya Allah, hati akan menjadi lebih tenang..
Yang ketiga, memilih teman yang baik dan juga berkumpul dengan orang – orang soleh. Karena rasulullah sallallahu alaihi was salam bersabda :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Permisalan teman yang baik dan teman yang jelek seperti penjual misk dan pandai besi. Adapun penjual misk, bisa jadi engkau diberi olehnya, membeli darinya, atau minimalnya engkau mendapatkan bau wangi. Adapun pandai besi bisa jadi membakar pakaianmu atau engkau mencium bau tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)
            Begitulah adanya, kita memang benar – benar harus memilih dan memilah teman bergaul. Karena walau bagaimanapun, lingkungan berpengaruh pada perilaku/ attitude seseorang. Ketika kita terbiasa berkumpul dengan teman – teman yang baik, orang – orang yang soleh maka Insya Allah perilaku kita, sifat – sifat kita dan pola pikir kita akan mengarah kepada hal – hal yang baik. Dan Insya Allah juga kita tidak akan terjerumus kepada hal – hal yang dimurkai Allah Ta’ala.
Yang keempat, Memperbanyak puasa sunnah selain puasa fardhu. Seperti yang diketahui, sudah banyak riset yang membuktikkan bahwa puasa menyehatkan tubuh kita. Karena ada kalanya lambung dan semua organ pencernaan membutuhkan waktu “beristirahat” sejenak dari aktifitasnya sehari – hari. Maka dari itu selain berpuasa di bulan suci Ramadhan, Allah menganjurkan ummat-Nya untuk berpuasa sunnah semisal puasa senin – kamis, puasa daud (sehari puasa sehari tidak), atau puasa – puasa sunnah lainnya. Selain itu juga, puasa mampu menahan hawa nafsu kita, karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia pastilah dianugerahi nafsu oleh Allah. Dan bagaimana kita mengarahkan dan mengendalikan nafsu tersebut hanya diri kita sendiri yang mampu.
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يا معشر الشباب من اسطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء
“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
And the last, memberpanyak zikir dan mengingat Allah. Karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram, betul atau betul banget?hhe.. Allah Ta’ala berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab: 41-43)
            Itulah sedikit tips mengobati hati yang sedang terluka, yang sedang di rundung duka ataupun masalah lainnya. Mungkin sebagian dari tips itu masih banyak yang perlu di perbaiki, karena saya hanyalah manusia tempatnya salah dan hanya Allahlah tempat yang paling benar.. Wallahu ta’ala a’lam..



Jumat, 03 Januari 2014

Menikmati Waktu Luang

Hemm, udah berapa lama ya saya jadi pengangguran.. Bosen juga, menghitung detik demi detik waktu yang terlewatkan tanpa kesibukan berarti..hhee... Kalau banyak yang bilang cari kerja itu susah, saya akui pendapat itu sekarang.. Yah memang susah, apalagi kalau bekerja tapi tak sesuai passion kita.. Susahnya double mamen..hhee
Kirim lamaran kesana kemari, test sana sini.. Alhasil, sampai detik inipun belum kerja juga. Sebenarnya dulu sempat test di salah satu lab klinik yang cukup besar di bali, tawarannya di Medical Representative (Marketing).. Tapi Qodarullah, saya tolak tawarannya setelah interview sekian lama. Bukannya sombong, bukannya saya tidak mensyukuri rejeki dari Allah. Tapi ada beberapa alasan yang membuat saya harus menolak tawaran tsb. Ada juga tawaran di lab klinik bonafit, tapi sayang seribu sayang. Dia meminta saya untuk melepas mahkota kecintaan saya (Khimar). Saya katakan pada bagian personalia, bahwa tidak ada yang dapat menggantikan identitas saya sebagai seorang muslimah, sudah harga mati.hhee
Setelah sekian lama dalam ketidakpastian dan penuh dengan kebimbangan, saya memutuskan berangkat ke ibukota selepas wisuda.. Awalnya saya hanya ingin menghadiri wedding partynya si kakak tercinta, tapi tiba – tiba niat saya berubah.. Bismillahirrahmanirrahiim, saya putuskan untuk berjuang di Jakarta. Saya katakan pada kedua orang tua, bahwa keputusan saya untuk bekerja di Jakarta sudah fix. Entah, mungkin begitu berat rasanya melepas putri kecilnya. Mereka hanya meng’iya’kan, walaupun saya tidak pernah tahu apa mereka benar – benar meridhai saya atau tidak..
Berpanas – panas ria, bersusah payah menghafal jalan, kesana kemari.. Tiada  hari tanpa mengelilingi kota.. Waktu itu memang saya memutuskan untuk kerja di Karawang, karena banyaknya saudara dan ada sang kakak yang juga berjuang disana. Selain itu, saya tergiur dengan UMK Karawang yang menurut saya cukup besar..hhe
Tak ada yang berubah, masih berjuang layaknya sales product.. Mengirim lamaran ke Rumah Sakit dan lab – lab klinik disana.. Sempet pesimis, tapi Alhamdulillah Allah beri saya jalan terang.. Ada 4 panggilan tes dan interview dengan waktu berbeda.. Belum puas rasanya saya menikmati rasa syukur. Suddenly, apa yang saya khawatirkan pun terjadi. Memang benar kata orang bahwa apapaun yang kita fikirkan, akan menjadi kenyataan karena Allah sesuai prasangkan hamba-Nya. Orang tua saya memutuskan untuk menarik kata – kata mereka. Saya tak boleh bekerja di Karawang. Saya harus stay di Bali, karena saya adalah anak wanita. Mereka katakan, saya tak perlu fokus untuk mencari uang jika saya masih punya dream untuk lanjut study.. seketika itu,  speechless.. Tidak ada yang bisa saya katakan, hanya menunduk dan tetap berusaha berlapang dada. Berhari – hari saya meyakinkan hati dan fikiran saya bahwa memang ini bukan jalan terbaik saya. Berkali – kali saya mencoba berusaha menghilangkan rasa penyesalan itu..
Terjatuh, kesekian kali.. Bukan sakit lagi yang saya rasakan. Saya akui, saya tidak sekuat yang saya bayangkan. Mencoba menerimanya, tapi didalam hati masih tersisa puing kesakitan itu.. Dan saat inipun, saya sudah kembali ke bali.. Mencoba membersihkan bekas – bekas luka itu, kemudian saya mencoba bangkit. Saya meyakini, apapun yang harus saya yakini. Bahwa untuk mencapai sukses, tidak hanya satu dua kali terjatuh. Akan ada masa dimana saya menemukan titik terang, saya selalu meyakini itu.. Memang inilah jalan terbaik yang harus saya lalui, harus saya hadapi dan akan selalu saya perjuangkan apa yang ingin saya raih.
 Kelak, cepat atau lambat.. Allah akan tunjukkan jalan itu..
Yahh, ridha Allah ada pada ridha orang tua.. Dan benar saja begitu, mereka juga berhak memberikan yang terbaik untuk saya.. Saya tidak menyesalinya..
“La tahzan, innalaha ma’ ana..” ( Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita)
Selalu ada hikmah disetiap kejadian dan masalah yang saya hadapi, bersyukurlah saya jikalau sampai detik ini saya belum diberi pekerjaan. Karena dengan ini, masih ada kesempatan untuk saya membantu orang tua, kesempatan untuk menulis setiap hari, dan kesempatan untuk bisa memfasihkan bahasa inggris dan bahasa arab saya..hhee
Beruntunglah saya, karena di beri kesempatan menikmati waktu luang..
Semoga saja Allah menguatkan setiap langkah dan juga melebihkan kesabaran yang kita punya. Semoga juga Allah senantiasa memudahkan segala urusan dunia dan akhirat kita semua yaa..
Keep hamasah, keep istiqomah :D


Kamis, 02 Januari 2014

hujan itu nikmat..

Sepertinya si matahari lagi ngambek, ga keliatan blas senyumnya.. Jangankan senyum atau ketawa sumringah, ngintip aja ga mau.hhee. Alhasil tetesan – tetesan kecil yang deras membasahi bumi bali dua hari belakangan..
Yups, betul sekali.. Hujan, hujan, hujan... Kebanyakan dari orang suka galau kalau lagi turun hujan.. Kenapa ya bisa begitu? May be, karena feelnya dapat kali.. Tapi sebenarnya, yang harus dilakukan saat hujan itu bukanlah menggalau ria.. Pastinya pada tahu kan, waktu – waktu dimana Allah lebih cepat mengijabah doa kita? Ya salah satunya di saat hujan.. Hujan merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.. Dan sebenarnya brsyukurlah kita, jikalau hujan turun. Karena artinya kita punya kesempatan yang lebih besar untuk berdoa dan Insya Allah doa akan lebih mudah di dengar dan dikabulkan..
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: 

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُوْلِ الْغَيْثِ
"Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan." (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan dishahihkan olehnya. Lihat Majmu' fatawa: 7/129. Al-Albani menghassankannya dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1469 dan Shahih al-Jami' no. 1026)

Air adalah satu satu anugerah ternikmat yang Allah berikan untuk ummat-Nya, begitu Dia menyayangi kita sehingga dia menciptakan hujan.. Hujan yang menjatuhkan butiran – butiran bening yang nyata, yang manfaatnya di rasakan oleh seluruh penduduk bumi.. Tidak ada satupun makhluk di bumi yang tidak merasakan nikmatnya air..

وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan.” (QS. Al-Baqarah: 164)

Kitapun di anjurkan berdoa disaat hujan, seperti yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
"Ya Allah, -jadikan hujan ini- hujan yang membawa manfaat -kebaikan-." (HR. Al-Buhari, dari hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha)

Sayangnya, kebanyakan dari kita lebih sering mengutuk hujan, menyalahkan hujan.. Apalagi kalau sehabis hujan masih ada lanjutannya (banjir) hhee.. Padahal ga perlu di tebak lagi, ga perlu di terka lagi.. Yang nyebabin banjir sendiri itu siapa, yang sepatutnya di salahkan juga siapa..
Semoga  Allah mengampuni kita yang tidak mengerti makna nikmat yang Dia beri.. Semoga saja setelah ini, setiap kita bisa lebih menghargai dan mensyukuri nikmat Allah..
And the last, saat hujan turun nikmatilah, berdoalah yang terbaik kepada-Nya, memintalah dengan penuh kesungguhan dan kerendahan hati.. Insya Allah, Dia tidak akan membiarkan kita termangu dalam harapan kosong, Insya Allah Dia akan mengabulkan doa – doa tulus dan memberikan yang terbaik untuk kita.. Wallahu ta’Ala A’lam..

Assalamualaikum... :D

Senin, 30 Desember 2013

apa resolusimu..?

Dan akhirnya setelah sekian lama memendam rasa (halah), kemarin saya memutuskan untuk membuat resolusi di tahun depan.. Menghadapi detik – detik pergantian tahun, biasa saja rasanya. Yang membuat tak biasa adalah, kegalauan menghadapi masa depan yang semakin hari semakin mendekat.. Wajar jika semua orang punya mimpi, wajar jika mereka ingin mewujudkan mimpi mereka.. Tapi apa iya, kalau hanya sekedar bermimpi saja bisa tiba – tiba terwujud dengan sendirinya? Semua pastinya harus ada planning, menyusun resolusi – resolusi kecil kemudian melakukan action untuk mewujudkan itu..
Apa sih resolusimu di tahun 2014? Nah looo.. Adakah yang penasaran dengan target yang ingin saya capai di tahun 2014? Saya kasih bocorannya sedikit yah :D Yang pertama, di tahun 2014 saya berniat akan melanjutkan study saya ke jenjang S 1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Udayana/Airlangga.. Yang pasti menggunakan biaya dari jerih payah sendiri. Karena saya tidak ingin terus – menerus membebani orang tua. Yang kedua, saya berniat akan membuat tabungan untuk haji orang tua dan saya.. Mungkin itu baru sebagian, sebenarnya masih banyak resolusi – resolusi besarnya.. Semoga saja Allah ridhai semuanya.. Tapi selain itu, ada resolusi – resolusi kecil yang tidak kalah pentingnya.. Insya Allah, di tahun 2014 saya berkomitmen untuk menggiatkan kewajiban dan ibadah saya unttuk Allah.. seperti yang lagi gencar – gencarnya dilakuin sekarang ini, semua pasti udah kenal sama yang namanya “one day one juz”.. Insya Allah di tahun 2014, target saya adalah satu hari satu juz.. selain itu saya harus menggiatkan shalat sunnah saya (tahajjud & dhuha), kemudian lebih merutinkan puasa sunnahnya. Saya juga sudah berkomitmen untuk menulis setiap harinya, kemudian akan saya share di blog saya..Saya akui, saya masih awam dalam hal tulis menulis, ilmu yang saya punya tidaklah banyak, masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui. Tapi justru karena itu semualah saya membuat komitmen ini, karena bagi saya dengan menulis saya akan semakin giat membaca. Saya juga akan semakin giat mencari informasi, selain itu juga saya bisa berbagi banyak hal dengan semua orang. Syukur – syukur kalau tulisan saya bisa menginspirasi walaupun hanya beberapa orang saja..hhee.. Kemudian, di tahun 2014 saya harus bekerja keras untuk memfasihkan bahasa inggris dan bahasa arab saya.. Oleh karena itu saya haus benar – benar bisa mengatur schedule yang saya punya.. Antara bekerja (tabungan haji + study lanjut), ibadah (shalat sunnah, baca qur’an, puasa sunnah), belajar ( fasih bahasa inggris dan arab), hobby ( giat menulis). Tapi, sekali lagi saya tekankan.. Bahwa semua planning dan resolusi ini akan tetap menjadi sebuah hal yang sia – sia jika dilakukan tanpa action.. Bukan sekedar action, tapi juga harus disertai dengan doa, kesabaran yang semakin besar, ikhlas yang semakin luas, dan yang pasti komitmen untuk selalu konsisten dalam menjalani semuanya.. Semoga saja Allah memberikan kemudahan dan kekuatan untuk saya dan teman – teman dalam mewujudkan mimpi- mimpi di tahun 2014 mendatang.. Oya, kira – kira apa resolusi teman – teman di tahun 2014??Bolehlah di sharee... :D

Jumat, 27 Desember 2013

tetaplah bersyukur :)



Adakalanya seseorang merasa berada di titik terendahnya.. bingung harus berbuat apa, semangat seketika memudar, banyak fikiran – fikiran negatif yang tiba – tiba muncul, merasa menjadi manusia paling lemah di dunia.. Tapi dari semua itu dapat dirangkum bahwa “rasa syukur”lah yang menjadi penyebab utamanya. Mengapa begitu? Karena yang saya tahu, manusia itu penuh dengan angan, harapan, dan cita – cita.. Ketika kita menginginkan sesuatu hal yang kita anggap penting untuk kita, kita begitu terobsesi untuk mendapatkannya. Yah memang begitulah sewajarnya, manusia dituntut untuk berikhtiar mengusahakan apa yang dia inginkan.. Jika keinginan itu tercapai maka ada sebagian orang yang mensyukurinya, dan tak jarang yang lupa untuk mensyukurinya.. Tapi jika keinginan itu belum tercapai? Mungkin tiap manusia akan memiliki cara berbeda dalam menanggapinya. Ada yang begitu saja menyerah dan berhenti mencoba kemudian pasrah dengan keadaan, ada yang masih tetap semangat dalam mengejarnya.. Tapi sebenarnya yang menjadi persoalan disini bukanlah tercapai atau tidaknya keinginan itu (hasil) tapi lebih kepada proses dalam mencapainya. Kenyataanya bahwa setiap manusia cenderung untuk terpaku pada hasil, dan amat jarang menikmati proses yang ada. Sehingga ketika dia sudah berhenti dia hanya menemui hasil, padahal di dalam menjalani sebuah proses itu ada banyak hal yang kita lalui, ada banyak pelajaran yang kita dapati.. Terkadang di dalam proses itu kita temui makna keikhlasan, kerja keras, kesabaran, ketekunan, komitmen, dan konsistensi kita.. Ada yang perlu digaris bawahi dalam hal ini, bahwa tak jarang juga kita lupa bahwa dalam berusaha mengejar apapun itu, masih ada tangan Allah yang ikut campur didalamnya. Terkadang kita terlalu terlena pada angan dunia, begitu memimpikan banyak hal, begitu ingin mencapai target.. Tapi kita melupakan-Nya, kita melupakan bahwa takdir-Nya tetap berlaku.. Bukankah banyak yang mengatakan bahwa apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita, pun sebaliknya. Terkadang Allah memberikan apa yang amat kita butuhkan, karena bisa jadi apa yang kita inginkan tak baik menurut-Nya. Jadi, ketika keinginan, mimpi, angan dan cita – cita belum tercapai cobalah untuk bersikap positif.. Tetaplah mensyukurinya, cobalah untuk belajar ikhlas dan jadilah lebih baik.. Cobalah tengok, ada banyak hal didunia ini yang di berikan Allah untuk kita.. Cobalah mensyukurinya, mulai dari fisik yang sempurna, udara yang diberika cuma – cuma, kesehatan, keluarga yang bahagia, kehidupan yang mencukupi. Kita tidak mungkin bisa menyebutkanya satu per satu, karena memang karunia-Nya tak dapat dijabarkan sekalipun ditulis menggunakan tinta samudera dunia. Tetaplah optimis, yakinlah bahwa jika memang apa yang kita inginkan tak kita dapatkan pasti Allah akan menggantinya dengan yang menurut-Nya paling baik. Tetaplah berada di jalan-Nya, tetaplah memohon kepada-Nya, tetaplah ingat bahwa Dialah Tuhan Yang Maha Melihat dan Mendengar, tetaplah yakin bahwa Dia tidak akan menyia – nyiakan setiap tetes keringat hamba- Nya. Tetaplah kita menjadi manusia yang bersyukur, karena Allah akan menambahkan nikmat orang – orang yang pandai bersyukur. Tapi jangan juga dilupakan, bahwa kita tetap harus berusaha, mengikhtiarkan apa yang terbaik. Nikmati proses dari setiap usaha – usaha yang kita lakukan kemudian pasrahkan hasilnya pada Dia Yang Maha Segala. Jika kita sudah bisa mensyukuri setiap hal yang terjadi dalam hidup kita, saya yakin bahwa kita tidak akan merasakan “titik terendah” itu. Jelas sudah kita aka menikmati setiap lika – liku hidup kita, karena itulah yang memberi rasa dan warna yang berbeda.
 Semoga tulisan yang masih penuh dengan alpa ini bisa sedikit membantu teman – teman yang sedang down untuk lebih memaknai arti dari sebuah perjuangan, keikhlasan dan rasa syukur.. Semoga Allah senantiasa menjadikan kita orang – orang yang pandai bersyukur yaa J
Tetap semangat yaa, hidupkan warna yang berbeda disetiap ceritaa :) Assalamu’alaikum