Kamis, 23 Januari 2014

Cacar Air

Cacar air adalah salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak. 90% kasus cacar air terjadi pada anak di bawah sepuluh tahun.1 Dan lebih dari 90% orang telah mengalami cacar air pada saat mereka berusia 15 tahun.2 Insidens penyakit ini paling tinggi terlihat pada usia 5 – 9 tahun. Cacar air terjadi akibat infeksi primer (pertama kali) Varicella Zoster Virus (VZV). Karena disebabkan virus, penyakit ini sembuh dengan sendirinya. Namun setelah sembuh, VZV tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan nantinya dapat terakivasi kembali dalam bentuk herpes zoster (cacar ular atau shingles).2,3 Herpes zoster ini umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun dan pada sebagian besar kasus hanya terjadi sekali.
Gejala
Penyakit yang umumnya ringan ini ditandai dengan demam ringan dan ruam yang gatal di seluruh tubuh.2 Sebelum ruam tersebut muncul, anak dapat mengalami gejala awal (prodrome) seperti demam ringan, sakit kepala, sore throat, rasa lemas, atau pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang.1,2 Pada anak-anak yang sangat muda, gejala awal ini umumnya sangat ringan, sedangkan pada anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa, gejala awal ini dapat dirasakan lebih berat. Gejala awal ini dapat berlangsung 1 – 6 hari sebelum ruam cacar muncul.
Ruam cacar air pertama muncul di badan untuk kemudian menyebar ke wajah, lengan, dan tungkai.1 Ruam awalnya tampak sebagai bintik-bintik merah, lalu menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan jernih (vesikel), untuk kemudian pecah dan mengering.1,2 Ruam ini muncul secara bertahap selama 3-4 hari sehingga pada puncak masa sakit dapat ditemui ruam dalam semua tahapannya (bintik-bintik, benjolan berisi cairan, dan ruam yang mengering). Selain di kulit, ruam juga dapat muncul di selaput mukosa seperti bagian dalam mulut atau vagina. Umumnya ruam membutuhkan sekitar 7 – 14 hari untuk sembuh.
Diagnosis
Diagnosis cacar air dilakukan secara klinis, artinya dari riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik saja.3 Pemeriksaan laboratorium hanya dibutuhkan pada pasien dengan gejala yang tidak khas atau kompleks, atau untuk menentukan status kekebalan terhadap VZV pada orang-orang dengan risiko tinggi jika terinfeksi VZV.
Komplikasi 
Cacar air jarang menyebabkan komplikasi. Jika terjadi, komplikasi dapat berupa
infeksi kulit oleh bakteri. Ini adalah komplikasi yang paling umum ditemukan.
  • Bekas luka yang menetap. Hal ini umumnya ditemukan jika cacar air terjadi pada anak yang usianya lebih tua atau pada orang dewasa. Bekas luka yang menetap ini tidak berhubungan dengan digaruk atau tidaknya luka maupun berat ringannya penyakit. 1
  • Acute cerebellar ataxia. Komplikasi ini tidak umum ditemukan, dan cenderung lebih mungkin terjadi pada anak yang lebih tua. Komplikasi ini ditandai dengan gerakan otot yang tidak terkoordinasi sehingga anak dapat mengalami kesulitan berjalan, kesuliatn berbicara, dan gerakan mata yang berganti-ganti dengan cepat (nystagmus). Ataxia ini akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.
  • Pneumonia (infeksi paru-paru) atau encephalitis (infeksi otak) jarang sekali terjadi pada anak yang sebelumnya sehat.
Angka kematian akibat cacar air adalah sekitar 1,4/100.000
Pada beberapa kelompok, cacar air mungkin menyebabkan komplikasi yang serius seperti cacar air yang berat di seluruh tubuh, pneumonia, dan hepatitis. Yang termasuk dalam kelompok tersebut misalnya:2
  • Bayi di bawah usia 28 hari
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah (misalnya pasien dengan HIV, penerima cangkok organ, penerima kemoterapi, pasien dengan leukemia).
Penularan
Cacar air sangat menular. Penularan dapat terjadi sejak 48 jam sebelum ruam pertama muncul hingga 5 hari setelahnya.2,4 Dengan demikian anak yang mengalami cacar air sebenarnya dapat kembali ke sekolah setelah 5 hari tersebut berlalu. Setelah tertular, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 10 – 21 hari sebelum gejala awal timbul. Jangka waktu ini dikenal sebagai masa inkubasi. Cacar air ditularkan melalui udara pernapasan, kontak langsung dengan cairan ruam, dan kontak dengan barang yang terkena cairan ruam seperti seprai, selimut, atau handuk.
Penanganan
Karena cacar air pada umumnya ringan dan sembuh dengan sendirinya, penanganan cacar air terutama ditujukan untuk meringankan gejala.Yang dapat dilakukan adalah:
  • Tirah baring secukupnya
  • Parasetamol untuk menurunkan demam
  • Calamine dan mandi dengan air suam-suam kuku untuk meringankan rasa gatal
  • Sarung tangan untuk mencegah anak menggaruk ruam mungkin dibutuhkan pada anak-anak yang sangat kecil.
  • Makanan yang lebih lembut dan menyejukkan jika ada ruam di dalam mulut.
Sedangkan beberapa penanganan yang tidak dianjurkan adalah:
  • Antihistamin yang bersifat sedatif (membuat tidur) seperti chlorpheniramine. Obat golongan ini tidak signifikan untuk menangani rasa gatal pada cacar air.
  • Antivirus tidak direkomendasikan penggunaannya pada cacar air tanpa komplikasi. Bahkan jika mulai diberikan pada hari di mana ruam pertama kali muncul, antivirus hanya mengurangi satu hari dari lamanya sakit. Penelitian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa acyclovir (salah satu antivirus) tidak bermakna dalam menurunkan risiko komplikasi pada cacar air. Selain itu penggunaan antivirus secara teori juga dapat berubahnya respon kekebalan tubuh sehingga virus dapat teraktivasi kembali lebih cepat dalam bentuk herpes zoster (cacar ular).6 Antivirus dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada cacar air dengan komplikasi yang berat, cacar air pada bayi di bawah usia 28 hari, atau pada orang dedngan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Pemberian antivirus ini harus dilakukan dalam jangka waktu 48 jam setelah ruam pertama kali muncul.
  • Antibiotik. Antibiotik hanya dibutuhkan jika ada infeksi kulit oleh bakteri.

Pencegahan
Cacar air dapat dicegah dengan beberapa cara:
1.Vaksinasi
Vaksinasi memberikan perlindungan penuh dari cacar air pada 8 – 9 dari 10 orang. Pada orang yang tetap mengalami cacar air setelah vaksinasi, cacar air yang dialami sangat ringan, dengan jumlah ruam di bawah 50, demam ringan atau tanpa demam, dan hanya berlangsung beberapa hari. Vaksinasi diberikan pada kelompok-kelompok berikut:
  • Anak dengan usia antara 12 – 18 bulan yang belum pernah mengalami cacar air harus mendapatkan satu dosis vaksinasi
  • Anak dengan usia antara 19 bulan hingga 13 tahun yang belum pernah mengalami cacar air harus mendapatkan satu dosis vaksinasi
  • Orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air dan bekerja atau tinggal di lingkungan di mana penularan cacar air sangat mungkin terjadi, misalnya di sekolah, penitipan anak, rumah sakit, asrama, penjara, atau barak militer
  • Wanita usia reproduktif yang belum pernah mengalami cacar air dan tidak dalam keadaan hamil
  • Orang dewasa dan remaja yang belum pernah mengalami cacar air dan tinggal dengan anak-anak
  • Orang yang hendak bepergian ke luar negeri dan belum pernah mengalami cacar air
2.Varicella Zoster Immunoglobulin (VZIG)
 VZIG adalah zat kekebalan terhadap virus penyebab cacar air. VZIG diberikan hanya pada kelompok-kelompok tertentu yaitu:3
  • Orang dengan sistem kekebalan yang rendah
  • Wanita hamil yang terpapar kasus cacar air dan belum pernah mengalami cacar air sebelumnya
  • Bayi di bawah usia 28 hari yang lahir kurang dari usia kehamilan 28 minggu atau berat lahirnya kurang dari 1000 g
  • Bayi di bawah usia 28 hari yang ibunya terpapar kasus cacar air atau mengalami cacar air antara 7 hari sebelum persalinan hingga 7 hari setelah persalinan
Yang penting diingat adalah bahwa VZIG hanya efektif mencegah terjadinya cacar air jika diberikan dalam jangka waktu 96 jam setelah paparan terhadap kasus cacar air.

Rabu, 22 Januari 2014

Hati hati dengan lidah kita

Lidah memang tidak bertulang, tapi siapa menyangka dia mampu menusuk sedalam dalamnya hati seseorang. Oh waw, kedengarannya lebay kan yaahh tapi inilah realitanya. Saya tahu setiap manusia tidak lepas dari khilaf, kita setiap waktu berinteraksi dengan orang orang pastilah ada saja saat saat dimana kita tak sengaja ataupun sengaja menyinggung perasaan orang lain. Adakalanya kita memang tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan menyakiti hati orang itu, tapi tetap saja yang namanya manusia tidak bisa lepas dari rasa sakit. Rasulullah juga menganjurkan untuk berbicara seperlunya saja atau lebih baik diam. Benar saja begitu, karena apa? Karena dari perkataanlah seseorang bisa saling mencintai bisa juga saling membenci. Dan itu tidak lepas dari fungsi lidah kita. Maka dari itu dikatakan bahwa lidahlah yang paling tajam bukan pisau, silet, atau yang lainnya. Karena lidahlah yang mampu melukai perasaan saudaranya sendiri, hanya lidahlah yang mampu menyulut api kemarahan kepada orang lain, karena lidahlah yang mampu menebar bara kebencian kepada orang lain juga. Naudzubillah, tentu tidak ada seorangpun yang ingin menjadi musuh ataupun dimusuhi. Sejatinya Allah menciptakan segala sesuatu pastilah memiliki fungsi. Selalu ada baik buruknya. Jika kita bisa memanfaatkan dengan baik dan benar, Insya Allah akan baik pula hasilnya begitupun sebaliknya. Bukannya saya ingin menceramahi orang lain. Siapa sih saya, saya juga tidak lepas dari yang namanya salah dan khilaf. Tulisan inipun bukan ditujukan untuk orang orang tertentu, tetapi untuk diri saya sendiri. Agar lebih aware terhadap apa yang terjadi. Pastinya akan selalu berlaku hukum sebab akibat. Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah menyakiti orang lain, pastilah pernah. Tetapi sebisa mungkin saya berusaha untuk memperbaikinya. Kalaupun ada seseorang yang berbicara lalu saya tersakiti, itupun juga wajar. Saya tidak akan menjudge siapapun, untuk apa? Wong saya aja masih banyak kurangnya kok. Saya hanya ingin mengajak, yuk kita sama sama perbaiki diri, sama sama berusaha menjadi yang terbaik, yang bermanfaat untuk sesama. Kita gunakan apapun fasilitas yang Allah kasih dengan sebaik baiknya. Karena siapa kita itu tercermin dari sikap dan perkataan kita. Soo, kita jaga sebaik mungkin sikap dan perilaku, kita jaga sebaik mungkin fikiran dan hati, kita jaga sebaik mungkin perkataan kitaa...

Senin, 20 Januari 2014

Bukan Teman Biasa

Kali ini nulis special for my lovely sister yang sedang jauh disana. Cerita tentang persahabatan dan ketulusan hati yang Insya Allah tidak akan memudar. Jika mengingat sosok itu, selalu saja ada rasa rindu yang menyelinap. Seorang wanita yang imut tapi benar benar luar biasa kedewasaannya, dialah sahabat terbaik yang pernah saya temui. Her name’s Asfi Annisa. Saya akan mencoba menjabarkan arti dari nama tersebut.hhee..
A => AMANAH
S => SETIA
F => FLEKSIBEL
I => IMUT
Hhee, Iseng doank kok.. Saya sebenarnya juga kurang tahu arti dari kata “asfi”, yang saya tahu arti dari kata “annisa”.hheee.. Yaiyalah, hampir seluruh muslim juga tahu kali arti nama “annisa” :D Tapi seperti kata – kata yang saya jabarkan, begitulah sosok yang memiliki nama itu. Benar saja mereka katakan bahwa “nama adalah doa”. Pastinya orang tua dan keluarga Asfi selalu mengharapkan yang terbaik untuk Asfi, selalu mendoakannya dan juga mengajarkan kebaikan. Karena memang selama tiga tahun saya mengenalnya, hampir tidak pernah saya temui kekurangan yang ada pada dirinya. Bukan berarti dia tidak punya kekurangan, itu mustahil. Pada dasarnya manusia diciptakan dengan semua kelebihan dan kekurangan. Tetapi, bagaimana kekurangan dan kelebihan itu terlihat mendominasi ya tergantung dari diri kita sendiri. Jika kita bisa me manage segala kekurangan yang ada, pastilah setiap orang akan welcome dengan kita tanpa merasa dirugikan dengan kekurangan yang ada pada diri kita. Itulah yang saya lihat dari Asfi, dia jarang sekali menunjukkan kekurangannya, bukan berarti munafik. Tetapi mencoba untuk melakukan apapun itu dengan sebaik mungkin. Saya yakin, banyak sekali teman teman yang begitu menyukainya. Dia penuh dengan kesederhanaan, tidak sungkan untuk menolong sesama, dan kalua orang jawa bilang “sumeh”hhee..
Mendapatkan ilmu dan pelajaran berharga tidaklah melulu melalui buku, sekolah, atau hal hal formal lainnya. Hal hal kecilpun bisa memberikan pelajaran berharga untuk kehidupan. Salah satunya ya pertemanan ini. Banyak hal yang saya dapatkan dari dia. Mencontoh hal hal baik yang dia lakukan, dan berusaha menerima apapun yang menjadi buruknya. Dia mengajarkan saya bagaimana menerima, bagaimana berusaha dan berjuang, bagaimana meminta yang baik, bagaimana cinta terhadap sesama dan masih banyak lagi.
Mungkin berlebih memang, ketika saya katakan saya menyayanginya. Tetapi inilah fakta, bahwa Allah memberikan nikmat berupa saudara seiman yang begitu menyejukkan. Yang tidak hanya menemani dikala kita butuh, tapi juga mengajarkan kebaikan kebaikan dan juga menguatkan ketika jatuh. Allah mempertemukan kita dalam PERTEMANAN, mengikat kita dalam PERSAHABATAN, menyatukan kita dalam PERSAUDARAAN.
Dan sayapun selalu berharap, menyelipkan doa untuknya agar Allah senantiasa menjaga iman dan dirinya. Agar Allah senantiasa menjaga sanak saudara dan teman temannya, memberikan yang terbaik dari yang baik, menjauhkan yang terburuk baginya. Karena cinta yang tulus, butuh ridha-Nya, maka saya selalu meminta agar Allah meridhai tali silaturrahmi ini, agar kelak bukan manfaat dunia saja yang kita dapatkan dari pertemanan ini, tetapi juga manfaat akhirat yang abadi. Karena dia, bukanlah sekedar teman biasa :D
Ana uhibbuki fillah ya Ukhti..


Minggu, 19 Januari 2014

Udah Ikhlasin Aja !

Ada yang tahu buku Ust. Felix yang judulnya “Udah Putusin Aja”? Kalau belum tahu, mungkin bisa hunting di bookstore karena buku ini recommended banget buat jadi teman dikala senggang. Bukunya ringan, simpel, gaya anak muda banget. Jadi ga bakal bosen kalau ngebacanya. Jangan salah lo yaa, emang isinya sih simpel plus unik, tapi ni buku juga ga main main ngebahas tentang fenomena remaja modern zaman sekarang. Dan yang pasti bukunya menuntun kita untuk menjadi remaja yang produktif, yang mampu menjalankan segala aturan agama Allah yang berlaku. Intinya biar ga penasaran, udah beli aja sana.hhaaa. Saya yakin ga akan menyesal kok mengeluarkan uang untuk hal yang bermanfaat :D
Kali ini saya akan bernostalgi(l)a, refresh ke masa lalu. Bukan untuk bergalau ria atau menyesali yang sudah sudah. Sekedar share tentang sepenggal kisah lalu yang menghantarkan pada kebaikan. Ga panjang panjang kok ceritanya, paling cuma mual aja kalau ngebacanya sampai habis.hhaa (kidding)
Dimulai pertengahan tahun 2012, saya lupa kapan tepatnya. Masih duduk di bangku kuliah dan masih menikmati masa – masa penuh dengan cinta semu. Saya memutuskan untuk berpacaran dengan teman satu kelas di kampus. Waktu itu saya belum mengenakan jilbab syar’i dan belum tahu apapun tentang larangan berkhalwat (berdua – duaan dengan lawan jenis). (Semoga saja Allah mengampuni dosa – dosa saya yang telah lalu). Saya tidak tahu awalnya kenapa kita memutuskan berpacaran, karena kita hanya sebatas teman akrab. Mungkin dikarenakan seringnya berkomunikasi dengan si Arap (sebut saja begitu). Menikmati masa – masa penuh dosa itu kurang lebih hanya beberapa minggu. Kemudian dia memutuskan saya, tanpa alasan yang jelas dan juga mendadak. Awalnya saya Ga to the Lau “Galau”.hhaa. Bagaimana mungkin saya gagal dalam menjalin hubungan untuk kesekian kali. Dan itupun dengan alasan yang irrasional. Ohhh, rasanya sakit bukan main. Mau ngapain aja ga enak, super bingung.. Belum lagi masalah masalah lain juga datang silih berganti. YA Tuhan, serasa dunia benar benar tak adil.. Hampir setiap hari saya menangis, mengurung diri, dan tak sedikitpun ada keceriaan di rona wajah saya. Kalau ingat waktu itu, ampun deh.. Kenapa bisa lebay pakai banget ya, Cuma diputusin laki doank.hhaa... Singkat cerita, setelah saya putus dengannya ada begitu banyak hal – hal yang membuat saya sering termenung. Ada fikiran – fikiran mengganjal dalam benak saya. Berhari hari saya tidur larut malam, padahal saya paling anti sama yang namanya begadang. Ternyata oh ternyata fikiran itu berpusat pada keinginan saya untuk berubah. Berubah menjadi lebih baik, dalam segala hal.
Setelah Iedul fitri saya putuskan untuk berhijab syar’i. Dulu setiap saya melihat wanita berhijab syar’i, selalu timbul pertanyaan di benak saya “kapan saya bisa berhijab sesempurna itu?”. Keputusan saya ini tidak pernah saya duga sebelumnya, tapi itulah anugerah Allah. Dia begitu mudah membolak balikkan hati seseorang, Dia begitu mudah merubah seseorang. Itulah mengapa saya tidak menyesali pertemuan saya dengan mantan, tidak membencinya. Karena secara tidak langsung, Allah menjadikan dia sebagai media untuk saya berubah ke arah yang lebih baik. Karena dari situ semua saya tahu dimana letak kesalahan saya selama ini. Setelah berhijab syar’i pun begitu banyak keajaiban keajaiban muncul dalam diri saya. Saya begitu tenang menjalani hidup walaupun sampai detik ini saya masih berusaha mempertahankan hijab saya, saya tidak pernah menyesali semuanya. Saya justeru bersyukur karena Allah memberi hidayah yang begitu luar biasa di dalam hidup saya. Saya yakin, tidak semua orang bisa menikmati hidayah dari Allah. Insya Allah, sudah saya ikhlaskan semuanya. Semua yang ada pada diri saya adalah milik-Nya. Dan apapun itu pasti akan dimintai pertanggung jawaban oleh-Nya kelak. Saat ini saya hanya berpasrah diri, menyerahkan segala urusan kepada Allah dan tidak akan mengulangi kisah kelam saya. Saya hanya ingin menyimpan setiap rasa yang saya punya untuk laki laki idaman, di dalam hati terdalam. Agar tidak seorangpun tahu, dan biarlah Allah yang menjaga hati dan rasa ini. Toh, Dia lebih tahu apa yang baik untuk ummat-Nya.
Jadi buat teman teman yang mau memutuskan hubungan, yaudah sih putusin aja. Saya jamin 200 %, ga akan ada gunanya berpacaran sebelum halal. Yang ada lebih banyak menimbulkan mudharatnya daripada manfaatnya. Udah Ikhlasin Aja !, yakin dan percaya Allah akan kasih ganti yang lebih baik kalau kita mau berubah. Pacaran setelah akad dan halal jauh lebih barakah. Kalaupun saya bisa mengulang lagi, saya tidak akan pernah memilih untuk berpacaran se
kalipun saya ada rasa dengan lelaki itu. Kalaupun bisa, saya ingin mendelete semua itu agar Allah mengampuni dosa saya. Tapi apa boleh buat, semua sudah terjadi. Sekarang tinggal kita sendiri, mau perbaiki diri atau tetap pada jalur yang dilaknati. Saran saya, kalau sudah siap untuk membina rumah tangga ya menikahlah. Labuhkan hati pada yang berhak, jangan biarkan lelaki tak halal menyentuh setiap kulit tubuhmu. Bagi yang belum pernah berpacaran, jangan sekali kali mencobanya yaa.. Udah ga zaman berpacaran. Sekarang zamannya to be a great moslem/ah.. Saya tidak pernah mengatakan kalau kita tidak boleh menyukai lawan jenis. Karena pada dasarnya cinta itu fitrah, yang harus diwaspadai adalah ketika cinta itu menggelora dan bagaimana kita me manage agar tidak menimbulkan murka Allah. Coba deh rutin puasa senin kamisnya, banyakin dzikirnya, shalat tahajjjudnya ga ketinggalan. Insya Allah kita lebih bisa menjaga diri dari hal – hal buruk.. Wallahu ta’ ala a’lam.. Segala yang benar hanya milik Allah semata. Semoga kisah ini sedikit membuka mata hati teman teman untuk lebih memilah dan memilih bagaimana semestinya kita menjaga diri.



Sabtu, 18 Januari 2014

Banjir Menerjang, Leptospirosis Mengancam

Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami bencana tahunan, apalagi kalau bukan banjir. Sampai detik inipun banjir belum juga bisa teratasi. Entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini, mungkin bisa bertanya pada langit yang menangis (halah, lebay). Oke saya tidak akan membahas atau mempermasalahkan tentang siapa yang salah dan siapa juga yang harus bertanggung jawab. Karena masalah itu merupakan kesadaran pribadi masing – masing, sejatinya mungkin memang kita harus lebih bisa introspeksi diri. Saya tidak akan memberikan asumsi apapun mengenai hal ini. Biar yang lebih memahami saja yang memberikan penjelasan tentang penyebab bencana langganan ini.
Tentulah tidak sedikit efek yang ditimbulkan dari banjir yang melanda hampir di seluruh pelosok negeri kita. Tidak hanya kerugian materiil saja yang ditanggung, tetapi juga dampak terhadap kesehatan korban banjir. Mulai dari penyakit – penyakit ringan sampai yang fatal. Penyakit yang paling umum menjangkiti korban banjir adalah penyakit – penyakit kulit, kemudian juga ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), diare, leptospirosis dan lain – lain.
Kali ini saya hanya akan membahas tentang Leptospirosis, mungkin bagi orang awam masih sangat asing terdengar ditelinga.
·         Apa sih leptospirosis dan apa yang menyebabkan?
·         Gejala apa saja yang muncul jika terinfeksi?
·         Bagaimana Cara mencegahnya?
Baiklah, kita bahas satu persatu yaa :D
1.      Definisi dan Penyebabnya
Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang dapat menyerang manusia dan juga binatang. Penyakit menular ini adalah penyakit hewan yang dapat menjangkiti manusia. Termasuk penyakit zoonosis yang paling sering terjadi di dunia. Leptospirosis juga dikenal dengan nama flood fever atau demam banjir karena memang muncul dikarenakan banjir. Penyakit yang terdapat di semua negara dan terbanyak ditemukan di negara beriklim tropis ini, disebabkan oleh Leptospira interrogans dengan berbagai subgrup yang masing-masing terbagi lagi atas serotipe bisa terdapat pada ginjal atau air kemih binatang piaraan seperti anjing, lembu, babi, kerbau dan lain-lain, maupun binatang liar seperti tikus, musang, tupai dan sebagainya. Bakteri berbentuk spiral ini bisa tahan dalam air selama satu bulan lamanya lohh..
2.      Manifestasi Klinik atau Gejala gejala yang muncul
Leptospira dapat masuk melalui luka dikulit atau menembus jaringan mukosa seperti konjungtiva, nasofaring dan vagina. Setelah menembus kulit atau mukosa, organisme ini ikut aliran darah dan menyebar keseluruh tubuh. Gambaran klinis leptospirosis dibagi atas 3 fase yaitu : fase leptospiremia, fase imun dan fase penyembuhan.
a. Fase Leptospiremia
         ü  Demam mendadak tinggi sampai menggigil disertai sakit kepala
         ü  Nyeri otot
         ü  Mual muntah dan diare
        ü Ikterus (menguningnya sklera mata, kulit atau jaringan lain akibat akumulasi bilirubin dalam darah)
         ü   Konjungtivitis (radang mata)
        ü  Fase ini berlangsung 4-9 hari dan berakhir dengan menghilangnya gejala klinis untuk sementara.
b. Fase Imun
Dengan terbentuknya IgM di dalam darah maka gambaran klinis menjadi bervariasi. Mulai dari demam yang tidak terlalu tinggi, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta gangguan hemostasis (pembekuan darah/penghentian perdarahan) dengan manifestasi perdarahan spontan.
c. Fase Penyembuhan
Fase ini terjadi pada minggu ke 2 - 4 dengan patogenesis yang belum jelas. Gejala klinis pada penelitian ditemukan berupa demam dengan atau tanpa muntah, nyeri otot, ikterus, sakit kepala, batuk, hepatomegali (perbesaran hati), perdarahan dan menggigil serta splenomegali (perbesaran limpa).
         3.      Pencegahan
Untuk mencegah agar tidak terkena penyakit leptospirosis ini tidaklah sulit tapi bukan berati kita menyepelekannya. Jika tidak tertangani dengan cepat dan benar penyakit ini dapat menyebabkan kematian karena penyakit ini akan merusak organ – organ vital seperti ginjal, hati dll.. Cara mencegahnya yaitu dengan menjauhi lokasi banjir atau genangan air kotor ketika kita sedang menderita luka terbuka di daerah yang mudah terkena air, seperti kaki atau tangan. Jika harus melewati daerah tersebut maka gunakan penutup pada luka, misalnya seperti plastik yang tebal atau kalau perlu gunakan sepatu boot agar tidak terkena air, dan untuk mengurangi resiko terkena bakteri berbahaya tersebut.
Namun bukan berarti penyakit tersebut hanya ada di daerah banjir lo ya, seperti yang telah kita ketahui, tikus mudah kita jumpai di rumah-rumah yang banyak makanan sisa. ada kemungkinan juga di rumah kita terdapat tikus yang kotoran atau air kencingnya mengandung bakteri leptospira. Jadi jagalah selalu kebersihan perabot di rumah, simpan perabot makan seperti piring, sendok, gelas dan lain-lain di tempat yang tidak memungkinkan tikus untuk menginjak-injaknya.
Finish, itu sedikit ulasan tentang Leptospirosis. Semoga saja para korban banjir bisa segera ditanggulangi dengan benar dan mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga mereka yang terkena bencana diberi kekuatan dan juga kesehatan selalu. Tetap hidup sehat yaa teman :D

Jumat, 17 Januari 2014

Inilah Profesi Terbaik Bagimu

Kali ini saya akan merangkum isi dari buku “ Pekerjaan yang Membuatmu Sukses dan Bahagia” karya Ahmad Rifa’i Rif’an. Buku ini dikemas dalam bentuk buku saku yang simpel tapi padat makna. Jika Anda penasaran dengan bukunya, bisa hunting ke book store terdekat siapa tahu masih menemukannya.hhee.. Tapi jika tidak menemukan jangan salahkan saya yaa, karena setau saya buku ini edisi lamaa.. 
Baiklah saya tidak akan berceloteh banyak, mending kita mulai saja.Selamat membaca dan semoga bermanfaat...
Inilah Profesi Terbaik Bagimu..
Menurut penulis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih pekerjaan. Diantaranya adalah :
·        Dinikmati dan membuatmu bahagia
Ada petuah yang disampaikan oleh para tokoh – tokoh dunia, yaitu “carilah pekerjaan yang memberimu kebahagiaan”. Pekerjaan yang kita bahagia saat mengerjakannya, itulah yang akan membesarkan kita. Ketika kita menyukai pekerjaan kta, kita pun enjoy dalam bekerja. Bahkan, kita seolah – oah tidak sedang bekerja melainkan seperti halnya orang yang sedang bermain. Begitu banyak orang besar dalam sejarah yang kesuksesannya diperoleh karena mereka menikmati apa yang dikerjakannya. Pilihlah pekerjaan yang membuat kita bahagia. Karena ada begitu banyak yang hanya mempertimbangkan besarnya uang yang diperoleh meski ia bekerja dengan keterpaksaan jiwa. Pastilah sangat merugi orang – orang yang berlaku demikian.Mengapa begitu? Kita tidaklah boleh main – main dalam memilih profesi karena lebih dari separo hidup kita bisa jadi akan mengerjakan sesuai dengan apa profesi kita. Bayangkan saja jika selama dua puluh tahun kita mengerjakan sesuatu yang membuat kita tersiksa.
·       Berpahala
Bukankah seluruh hidup kita memang hanya untuk beribadah kepada Allah ta’ala? Termasuk juga profesi kita. Pilihlah pekerjaan yang tidak hanya berdampak pada kebaikan dunia tetapi juga punya efek terhadap kebaikan kita di akhirat kelak. Disini dikatakan bahwa hal ini lebih berkaitan dengan management niat. Niatkan pekerjaan kita sebagai media untuk mengumpulkan puing – puing pahala. Ketika memutuskan untuk menjadi guru maka niatkan untuk menebar ilmu. Jika memutuskan untuk menjadi penulis maka niatkan sebagai media syiar dan menebar inspirasi. Ibarat menanam padi, rumput bisa saja tumbuh. Tapi jika kita menanam rumput jangan harap akan tumbuh padi. Begitu jugalah manusia, jika kita meniatkan mencari dunia maka akhirat tidak akan didapat. Tapi jika kita meniatkan untuk akhirat maka dunia juga akan ikut.
·       Menghasilkan Uang
Tidak bisa dipungkiri, kita manusia biasa yang butuh makan, butuh tempat tinggal, butuh pakaian, butuh pendidikan, dan butuh untuk menafkahi keluarga. Dan semua itu butuh uang. Uang tetaplah menjadi salah satu prioritas dalam memilih pekerjaan. Besarnya penghasilan menjadi salah satu pertimbangan yang tidak bisa diabaikan. Bukan besarnya gaji, yang intinya adalah kesesuaian antara pemasukan dengan pengeluaran.
·       Sesuai Tujuan Hidupmu
Bagaimana kita tahu apa tujuan hidup kita? Ada salah satu caranya. Bayangkan ketika kita berada di alam kubur dan beberapa orang mendatangi makam kita, kita ingin mereka mengenang kita sebagai apa? Salah seorang guru marketing Hermawan Kartajaya pernah berujar, bahwa beliau ingin ketika ada yang melihat makamnya, orang tersebut akan sponta berkata “ Inilah makam pakar marketing dunia”. Maka, tetapkan apa tujuan hidup kita. Lalu pilihlah profesi yang bisa mendekatkan tercapainya tujuan tersebut.
·       Tidak Menyita Waktu dengan Keluarga
Ada orang – orang yang terlalu sibuk bekerja sampai sampai lalai dalam tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ada yang bekerja dari subuh sampai tengah malam. Saat dia berangkat kerja, anak masih tertidur dan saat ia pulang kerja anak sudah tertidur lagi. Benar sih kebutuhan ekonomi keluarga tercukupi, tapi apa iya keluarga hanya membutuhkan itu?Kapan ada waktu bercanda dengan keluarga, orang tua (bagi yang single) atau sekedar shalat berjamaah dirumah. Dan lokasi pekerjaan pun menjadi pertimbangan penting. Ada yang bekerja di Jakarta tapi keluarga di Solo, pulang hanya sebulan sekali. Bagaimana bisa membina keluarga dengan baik jika waktu berkumpul sangat jarang. Tipsnya, pilihlah pekerjaan yang memungkinkan memiliki banyak waktu dengan keluarga.
·       Manfaatnya Dirasakan oleh Sebanyak Mungkin Orang
Manusia terbaik adalah yang paling besar kemanfaatannya bagi sesama. Sehingga sebisa mungkin pilihlah pekerjaan yang manfaatnya bagi sesama itu terasa. Memang sih, hampir setiap pekerjaan memiliki manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi kadar kemanfaatan itu berbeda – beda. Misalnya menjadi pengusaha konveksi yang mempekerjakan ratusan orang dengan karyawan supermarket. Meskipun relatif, menjadi pengusaha manfaatnya lebih mudah dirasakan banyak orang secara langsung.
Ketika banyak yang mengkritik..
Banyak yang mengkritik dan menghina pilihan kita? Jika kritikan tidak membangun mending jangan terlalu difikirkan. Hidup hidup kita, yang menjalanipun kita, yang bakal meraih sukses atau gagal juga kita. Ngapain terlalu mikirin kritikan orang?Lanjutkan saja apa yang sudah kita pilih. Sambil terus berdoa semoga itu jalan hidup yang disediakan Allah untuk kita.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada mas Rif’an karena telah memberikan inspirasi lewat tulisannya. Semoga saja bukunya menjadi ladang pahala dan amal kebaikan. Dan semoga juga segala rahmat tercurahkan kepada para penebar penebar kebaikan lainnya. Aamiin..


Kamis, 16 Januari 2014

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah adanya infeksi oleh mikro-organisme dalam saluran kemih (saluran kencing). Mikro-organisme sebagai penyebab dari ISK kebanyakan merupakan bakteri aerob (bakteri yang membutuhkan oksigen untuk metabolisme). Selain itu ISK dapat disebabkan oleh virus dan jamur.

ISK tidak pandang bulu, dapat menimpa semua umur, pria maupun wanita. Angka kesakitan pada wanita lebih banyak dibanding pria. Proporsinya variatif, tidak ada angka pasti yang menyatakan perbandingan antara wanita dan pria selain disebutkan bahwa wanita lebih banyak menderita ISK daripada pria.Hal ini dapat dipahami mengingat saluran kencing wanita bagian bawah dihuni b
erbagai jenis bakteri dan juga saluran yang terlalu pendek ke arah kandung kemih.
David S Howes, MD (University of Chicago, 2005) memperkirakan sekitar 20% wanita mengalami masalah saluran kemih selama hidupnya. Keberhasilan penatalaksanaan ISK bergantung kepada pemeriksaan dini para penderita, penilaian laboratorium, ketepatan pemilihan jenis antimikroba (termasuk dosis dan lama pemberian), faktor kondisi penderita dan follow up selama masa pengobatan. Kendati ISK disyaratkan adanya bakteri dalam urine dalam jumlah bermakna, tidak menutup kemungkinan tanpa bakteri dalam urine. Hal ini dapat terjadi pada keadaan sebagai berikut:
  • Tempat infeksi tidak dilalui urine sehingga bakteri tidak ditemukan dalam urine
  • Adanya bendungan pada saluran yang terinfeksi
  • Pemberian antibiotika, sehingga bakteri dalam urine tersamarkan.
Kondisi lain yang patut diperhatikan dan beberapa istilah yang juga digunakan dalam klinik antara lain:
  • Asymptomatik Significant Bacteriuria, yakni ISK dengan bakteri dalam urine bermakna tanpa disertai gejala.
  • Bacterial cystitis, yakni suatu kumpulan gejala yang terdiri dari sakit waktu kencing dan sering kencing.
  • Abacterial cystitis (urethra syndrome), yakni suatu kumpulan gejala yang terdiri dari: sakit waktu kencing dan sering kencing tanpa disertai bakteri dalam kandung kemih.
Penyebabnya adalah..
Mikro-organisme terbanyak sebagai penyebab ISK adalah Escherichia coli sebanyak 50-90%, lalu berturut-turut disusul Klebsiella sp atau Enterobacter sp, Proteus sp, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Enterococci, Candida albicans dan Staphylococcus aureus. ( L. Barth Ruller ). Adapun jenis virus yang dapat menyebabkan ISK adalah Adenivirus (diduga sebagai penyebab infeksi kandung kemih).

Ini dia perjalanan penyakitnya..
Bagaimana mikro-organisme masuk ke saluran kencing hingga menimbulkan infeksi ? Kadang penderita ISK merasa heran, mengapa bisa terjangkit padahal dirinya bukan tipe jorok. Oke, mikro-organisme masuk ke saluran kencing melalui beberapa cara, yaitu :
  • Penyebaran langsung dari tempat infeksi terdekat.
  • Penyebaran mikro-organisme melalui aliran darah (hematogen)
  • Penyebaran mikro-organisme melalui saluran getah bening
  • Dari luar, misalnya karena pemakaian kateter, dan lain-lain.
Apa saja faktor pencetusnya..?
Selain beberapa cara penyebaran di atas, ISK mudah terjadi karena kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Bendungan aliran urine
  • Kembalinya urine dari kandung kemih ke saluran kencing bagian atas ( refluks vesiko-ureter)
  • Adanya sisa urine dalam kandung kemih
  • Gangguan metabolisme
  • Peralatan medis, misalnya kateter
  • Wanita hamil, karena bendungan dan ph urine yang tinggi.
Coba kenali gejala – gejala yang muncul..
Tanda-tanda ISK tidak khas, sebagian diantaranya bahkan tanpa gejala. Biasanya, keluhan yang sering dijumpai antara lain:
  • Nyeri saat kencing (disuria)
  • Kencing sedikit-sedikit dan sering (polakisuria) *bhs jawa: anyang-anyangen*
  • Nyeri di atas tulang kemaluan atau perut bagian bawah (suprapubik)
Tanda-tanda tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan bagian saluran kencing yang terinfeksi.
ISK bagian bawah: biasanya ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa panas saat kencing, kencing sedikit-sedikit dan sering, rasa tidak nyaman di atas tulang kemaluan (suprapubik)
ISK bagian atas: ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di pinggang, mual, muntah, lemah, demam, menggigil, sakit kepala.
Pemeriksaan laboratorium..
Bukannya saya mau promosi lo ya teman – teman. Walaupun saya tekhnisi lab tapi saya tidak punya maksud untuk promosi di bidang ini. Karena saya bukan bagian marketing lab. Sekedar berbagi ilmu saja..hhe... Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya adalah sebagai berikut:
  • Analisa Urin (urinalisa)
  • Pemeriksaan bakteri (bakteriologis)
  • Pemeriksaan kimia
  • Tes Dip slide
  • Pemeriksaan penunjang lain meliputi: radiologis (rontgen), IVP (pielografi intra vena), USG dan Scanning. Pemeriksaan penunjang ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya batu atau kelaianan lainnya.
Analisa Urin (urinalisis). Leukosuria (ditemukannya leukosit dalam urin). Dinyatakan positif jika terdapat 5 atau lebih leukosit (sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urine. Hematuria (ditemukannya eritrosit dalam urin). Merupakan petunjuk adanya ISK jika ditemukan eritrosit (sel darah merah) 5-10 per lapangan pandang sedimen urin. Hematuria bisa juga karena adanya kelainan atau penyakit lain, misalnya batu ginjal dan penyakit ginjal lainnya.
Pemeriksaan bakteri (bakteriologis). Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan secara mikroskopis dan biakan bakteri. Mikroskopis. Bahan: urin segar (tanpa diputar, tanpa pewarnaan). Positif jika ditemukan 1 bakteri per lapangan pandang. Biakan bakteri. Ditujukan untuk memastikan diagnosa ISK.
Pemeriksaan kimia (tes kimiawi). Tes ini dimaksudkan sebagai penyaring adanya bakteri dalam urin. Contoh, tes reduksi griess nitrate, untuk mendeteksi bakteri gram negatif. Tingkat kepekaannya mencapai 90 % dengan spesifisitas 99%.
Tes Dip slide (tes plat-celup) Berguna untuk menentukan jumlah bakteri per cc urin. Kelemahan cara ini tidak mampu mengetahui jenis bakterinya.
Cara mengobatinya...
Prinsip pengobatan adalah memberantas (eradikasi) bakteri dengan antibiotika dan koreksi terhadap kelainan organ.Tujuan pengobatan:
  • Menghilangkan bakteri penyebab ISK
  • Menanggulangi keluhan (gejala)
  • Mencegah kemungkinan gangguan organ (terutama ginjal)
Upaya di atas dilakukan dengan menggunakan obat yang sensitif, murah, aman, dan efek sampingnya minimal.
Tatacara pengobatan:
  • Menggunakan pengobatan dosis tunggal
  • Menggunakan pengobatan jangka pendek antara 10-14 hari
  • Menggunakan pengobatan jangka panjang, 4-6 minggu
  • Menggunakan pengobatan pencegahan (profilaksis) dosis rendah
  • Menggunakan pengobatan supresif, yakni pengobatan lanjutan jika pemberantasan (eradikasi) bakteri belum memberikan hasil, terutama pada kasus ISK yang disertai dengan sumbatan (obstruksi) saluran kencing.
Faktor yang mempersulit penyembuhan..
  • Urolithiasis (batu saluran kemih)
  • Infeksi jaringan ginjal
  • ISK berulang (kambuhan)
  • Obstruksi (sumbatan) dengan segala konsekwensinya dan lain-lain