Rabu, 15 Januari 2014

Seandainya saja, Ayah..

Dua puluh satu tahun sudah aku hidup bersamamu.. Tapi benar – benar tidak ada yang menjamin bahwa aku memahami sosokmu sepenuhnya. Seperti yang mereka bicarakan dan selalu katakan, bahwa akan jadi apa aku kelak, bagaimana diriku kelak, dialah yang ikut andil didalamnya. Ayah, Begitulah mereka menyebut  lelaki yang katanya penuh dengan karisma dan tanggung jawab, yang katanya penuh  cinta dan kasih sayang.. Lalu, bagaimana dengan Ayah yang ada dalam kehidupanku? Sebenarnya aku tak pernah ingin menjabarkan masalah ini, tapi entah kenapa malam ini serasa tak punya daya untuk menghentikan tangan yang terus bergerak di atas laptop manisku. Tak tahu juga, kenapa ada tetesan – tetesan air yang jatuh menemani saat menulis ini. Mungkin perasaanku turut serta mendalaminya. Aku masih tak paham mengapa mereka menyebut dengan kata Ayah, dan mungkin juga tidak ingin mempermasalahkannya. Sebelumnya aku juga memohon ampu kepada-Nya, atas segala kesalahan yang ada. Semoga Allah memahami setiap keadaan yang terjadi.. Aku tidak pernah ingin mengatakan bahwa aku adalah satu – satunya orang yang paling sengsara didunia ini, karena menganggap masalah – masalah yang ada merupakan cobaan terberat. Ku akui, jika aku tak mampu mensyukuri hidup yang aku miliki. Terbukti, aku selalu meratapi semua sikap Ayah terhadap hidup, keluarga dan lingkungan sosialnya. Kadang merasa dunia tak adil, memang begitulah realitanya. Karena hidup tak adil, maka kitalah yang harus berjuang untuk terus mendapatkan yang terbaik. Seharusnya begitu juga sikapku, tidak menyalahkan keadaan yang ada.. Tapi aku hanya manusia, terkadang ada rasa sakit menyelinap.. Sosok Ayah yang membentukku menjadi pribadi yang tak meyakini akan kemampuan dirinya sendiri, menjadi anti sosial, dan takut untuk melangkah. Dia membentukku menjadi orang yang kaku, dengan segala keterbatasanku aku hanya bisa diam dalam banyak hal. Kenapa? Karena Ayah tidak pernah mengajariku kehidupan yang sebenarnya. Memiliki Ayah, tapi serasa itu hanya sesosok laki – laki asing dalam rumah. Jarang bertatap muka, bukan karena waktu melainkan karena tidak adanya keinginan untuk bersama anaknya.. Mungkin begitu, selalu dalam terkaan saja.  Tidak pernah sekalipun selama aku hidup, aku mendengar dia mengucapkan ‘aku menyayangimu, nak’.. atau sekedar mengucapkan ‘hati – hati’ saat aku melangkah meninggalkan rumah. Dulu sempat berfikir, kenapa Ibu tak menceraikannya saja. Membiarkannya pergi berlalu menemukan wanita terbaik untuknya..Tapi itu benar – benar narrow minded, itu fikiran yang bersumber dari kebencian dan kotornya hati. Karena aku tau, tak mungkin Ibu melakukannya. Ibulah satu – satunya wanita terbaik untuknya, yang mampu menahan sakit berpuluh – puluh tahun hanya untuk menjaga hati lelakinya itu. Ibulah satu – satunya orang yang mampu menerima segala keburukan Ayah dan mencintai tanpa meminta imbalan sepeserpun, Ibulah yang mampu mengganti sosok Ayah yang telah hilang lama dalam benak anak – anaknya, kemudian mengajari makna hidup yang berharga. Aku tidak menyerah sedikitpun untuk terus berharap, agar kelak ada balasan dari setiap kebaikan yang Ibu lakukan. Agar kelak, Allah membukakan hati Ayah dan melunakkan hatinya yang mulai membantu. Agar dia melihat, ada wanita mulia yang selalu hadir disisinya, menemani sisa – sisa masa hidupnya. Agar dia melihat, ada anak lelaki dan wanita yang sudah mulai tumbuh mendewasa, yang akan menjaganya. Menggantikan posisinya dan selalu ada bersamanya..
Seandainya saja, Ayah..
Kau tau betapa rasa ini menyiksa, melihatmu tak berubah..
Dengan semua sikap yang membuat hatimu tertutup dan membeku..
Seandainya saja, Ayah..
Kau tau betapa tangisan ini melukaiku, hanya karena ingin melihatmu bahagia..
Seandainya saja, Ayah..
Kau tau, betapa inginnya aku kau peluk, kau genggam tanganku, dan kita duduk tertawa bersama..
Seandainya saja, Ayah..
Kau tau, betapa aku ingin mencium keningmu kemudian kau katakan “aku mencintaimu nak”
Seandainya saja, Ayah..
Kau tau setiap doa yang terlantun adalah doa kebaikan untuk hidupmu, agar kelak kau dapatkan yang terbaik dari-Nya..
Seandainya saja, Ayah..
Kau tau, betapa aku menyayangimu, betapa besar cinta ini untukmu..

Selasa, 14 Januari 2014

Istiqomahkan Aku di Jalan-Mu..

Terhimpit dalam suatu  masa yang cukup menyiksa,
Ku yakini bahwa Engkau tetap disini untuk bersama..
Mereka katakan aku teroris, aku kuno, aku fanatik,
Dan juga bla bla bla..
Menjadikanku tersudut, menjadikanku terasing
Dengan setelan penutup  auratku, mereka menilaiku
Sebatas mata mereka memandang
Tidak pernah ingin mencoba mengerti, hanya  menghakimi
Pada apa yang terlihat nyata..
Sudah ku coba jelaskan, mengapa aku begini..
Namun apa peduli mereka..
Ku katakan auratku bukan seperti barang dagangan,
Ku katakan auratku bukan penghias dunia gemerlap,
Ku katakan auratku bukan penghibur mata yang nakal..
Tapi lagi lagi mereka katakan, aku sok suci..
Dengan segala keluh dan resah yang ada
Dengan segala tangis dan perih luka,
Tetap saja aku yakini bahwa Engkau Pemilik Hidup Yang Sempurna
Aku tetap meyakini kebenaran ayat dan janji pasti-Mu
Biar saja semua celaan mereka berlalu, toh dunia tetap
Menjadi singgahan sementara
Surga abadi-Mu, nikmat akhirat-Mu, ketentraman hati saat bersama-Mu
Mengalahkan semua asa dan kesenangan dunia..
Ya Allah, tidak ada kata terbaik yang mampu ku ucapkan
Untuk tetap memuji-Mu, karena Engkaulah Sang Maha Menghidupkan
Sekalipun seluruh dunia meninggalkanku, asal Engkau tetap dekat
Dan mengalir disetiap denyut nadiku, aku tak akan risau
Aku mohon, Engkau istiqomahkan aku agar tetap berada di jalan-Mu
Agar kelak, kesyar’ian hijabku tidak menjadi pembatas antara diriku dan diri-Mu
Agar kelak, amalan – amalanku menjadi satu satunya jalan menuju cinta dan ridha-Mu
Istiqomahkan aku ya Allah..

Istiqomahkan aku..

Senin, 13 Januari 2014

Mengenal Lebih Dekat Clostridium botulinum

     A.    Karakteristik umum
Clostridium botulinum merupakan bakteri berbentuk batang, anaerobik (tidak dapat tumbuh di lingkungan yang mengandung oksigen bebas), Gram-positif, dapat membentuk spora, dan dapat memproduksi racun syaraf yang kuat. Sporanya tahan panas dan dapat bertahan hidup dalam makanan dengan pemrosesan yang kurang sesuai atau tidak benar. Ada tujuh tipe botulisme (A, B, C, D, E, F dan G) yang dikenal, berdasarkan ciri khas antigen dari racun yang diproduksi oleh setiap strain. Tipe A, B, E, dan F dapat menyebabkan botulisme pada manusia. Tipe C dan D menyebabkan sebagian besar botulisme pada hewan. Hewan yang paling sering terinfeksi adalah unggas liar dan unggas ternak, sapi, kuda, dan beberapa jenis ikan. Walaupun tipe G telah diisolasi dari tanah di Argentina, belum ada kasus yang diketahui disebabkan oleh strain ini.


B.     Klasifikasi ilmiah
Kingdom         : Bacteria
Division           : Firmicutes
Class                : Clostridia
Order               : Clostridiales
Famili              : Clostridiaceae
Genus              : Clostridium
Spesies            : Clostridium botulinum

C.    Fisiologi
C. botulinum termasuk bakteri yang bersifat mesophilic dengan suhu optimum untuk tumbuh yaitu 370 C untuk strain jenis A dan B serta 300 C untuk strain jenis E. Suhu terendah dari strain jenis A dan B adalah 12,50 C namun pernah juga dilaporkan bahwa kuman dapat tumbuh pada suhu 100 C. Disisi lain spora jenis E dikatakan mampu tumbuh dan menghasilkan toksin pada suhu 3,30 C, sementara jenis F dilaporkan tumbuh dan menghasilkan toksin pada suhu 40 C . Secara umum strain jenis E dan B bersifat non-proteolitik serta strain F suhu minimum untuk tumbuhnya lebih kurang 100 C lebih rendah daripada strain A dan B. Sedangkan suhu maksimum untuk tumbuhnya yaitu : jenis A dan B pada suhu 500 C. Strain jenis E memiliki suhu maksimum 5 derajat lebih rendah dari strain A dan B dengan suhu optimumnya yaitu 300 C (Suardana, 2001; Cliver, 1990 ; Jay, 1978).
Produksi toksin dari C. botulinum tergantung dari kemampuan sel untuk tumbuh di dalam makanan dan menjadi autolisis disana (Suardana, 2001; Frazier dan Westhoff, 1988). Lebih lanjut produksi toksin dipengaruhi oleh komposisi dari makanan atau medium terutama glukosa atau maltosa yang diketahui sangat potensial terhadap produksi toksin, kelembaban, pH, potensial redok, kadar garam, temperatur dan waktu penyimpanan.
Berdasarkan atas pH, dilaporkan bahwa C. botulinum tidak mampu tumbuh pada pH di bawah 4,5. Lebih jauh dilaporkan bahwa organisme akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan toksin pada pH 5,5-8,0 (Suardana, 2001; Jay, 1978). Sedangkan Frazier dan Westhoff (1988) menyatakan bahwa nilai pH minimal untuk pertumbuhan sel vegetatif adalah 4,87 sedangkan untuk petumbuhan spora 5,01 di dalam cairan kaldu.
Nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bersifat komplek, diperlukan asam amino, vitamin B dan mineral. C. botulinum jenis A dan B memerlukan kadar air 0,94 dan jenis E pada 0,97 Dilaporkan bahwa kadar garam 10% atau 50% sukrosa akan menghambat pertumbuhan jenis A dan B. Tar dalam Jay (1978) menyatakan bahwa pada konsentrasi 25-500 ppm dapat menghambat jenis A lebih dari sebulan pada suhu optimum dengan pH 5,9-7,6. Di dalam penelitian pembentukan toksin jenis E dan pertumbuhan sel didalam kalkun yang diinkubasikan pada suhu 300 C, Midura et al., dalam Jay (1978) menemukan bahwa spora jenis E akan memperbanyak diri dan menghasikan toksin dalam waktu 24 jam. Penampakan toksin bertepatan dengan pertumbuhan sel selama 2 minggu setelah toksin berada di luar sel hidup. Penemuan ini mengungkapkan bahwa kemungkinan ditemukannya toksin jenis E di dalam makanan tanpa ditemukannya sel jenis E.
Makanan yang mengandung toksin umumnya tanpa jenis organisme yang lain, hal ini disebabkan oleh perlakuan panas dan pengepakan vakum. Dilihat dari kehadiran ragi, kuman dilaporkan dapat tumbuh dan menghasilkan toksin pada pH rendah 4,0. Ragi dianggap menghasilkan faktor pertumbuhan yang diperlukan oleh Clostridia untuk tumbuh pada pH rendah, sementara bakteri asam laktat diasumsikan sebagai alat pertumbuhan dengan terjadinya penurunan potensial redok. Sejumlah strain C. perfringens menghasilkan penghambat yang efektif terhadap 11 strain tipe A, 7 B proteolitik, dan 1 non proteolitik, pada 5 strain E dan 7 strain F. Kautter et al., dalam Jay (1978) menemukan bahwa strain jenis E dihambat oleh organisme non toksik lainnya yang mempunyai ciri morfologi dan uji biokimia yang sama dengan tipe E. Organisme yang menunjukkan efek penghambatan ini menghasilkan substansi seperti bakteriocin yang dikenal dengan nama bioticin. Laporan menunjukkan bahwa adanya kaitan antara C. botulinumtipe F dalam sampel lumpur selama periode waktu tertentu dengan kehadiran dari Bacillus licheniformis, dan kahadiran bakteri ini dianggap sebagai pembawa faktor penghambat untuk pertumbuhan strain jenis F (Suardana, 2001).
Botulisme karena makanan (untuk membedakan dari botulisme pada luka dan botulisme pada bayi) merupakan jenis keracunan makanan yang parah. Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung racun syaraf yang kuat, yang dibentuk selama pertumbuhan organisme. Racun ini tidak tahan panas dan dapat dihancurkan dengan pemanasan pada temperatur 80°C selama10 menit atau lebih. Penyakit ini jarang terjadi, tetapi sangat diperhatikan karena apabila tidak segera dirawat dengan benar, tingkat kematiannya tinggi. Kebanyakan kasus yang dilaporkan setiap tahunnya berkaitan dengan makanan yang kurang diproses, dikalengkan di rumah tangga, tetapi kadang-kadang makanan yang diproduksi secara komersial juga terlibat dalam kasus tersebut. Sosis, produk daging, sayuran kaleng, dan produk makanan laut, paling sering menjadi perantara dalam kasus botulisme pada manusia.
Organisme ini dan sporanya tersebar luas di alam. Bakteri ini ada di tanah, baik di tanah olahan, tanah hutan, endapan di dasar sungai, danau, dan perairan pantai, dan di dalam usus ikan dan mamalia, dan di dalam insang dan organ dalam kepiting dan jenis-jenis kerang lainnya.
D.    Gejala-gejala penyakit
Ada empat tipe botulisme yang dikenal: botulisme karena makanan, botulisme pada bayi, botulisme pada luka, dan botulisme yang belum diklasifikasikan. Makanan-makanan tertentu telah dilaporkan sebagai sumber spora dalam kasus-kasus botulisme pada bayi dan kategori yang belum diklasifikasikan; botulisme pada luka tidak terkait dengan makanan.
Botulisme karena makanan merupakan nama penyakit (sebenarnya keracunan makanan) yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung racun syaraf yang diproduksi oleh C. botulinum .
Botulisme pada bayi, yang pertama kali dikenal tahun 1976, menginfeksi bayi di bawah usia 12 bulan. Botulisme tipe ini disebabkan karena konsumsi spora C. botulinum yang kemudian menghuni usus dan memproduksi racun dalam saluran usus bayi ( intestinal toxemia botulism ). Di antara berbagai sumber lingkungan yang potensial seperti tanah, air yang ditampung, debu, dan makanan, madu merupakan sumber spora C. botulinum yang sejauh ini dapat dipastikan menjadi penyebab botulisme pada bayi, baik dari hasil penelitian laboratorium maupun penelitian epidemiologi. Jumlah botulisme pada bayi yang dilaporkan meningkat tajam karena meningkatnya pengetahuan para petugas kesehatan sejak dikenalnya penyakit ini pada tahun 1976. Sekarang penyakit ini telah dikenal secara internasional, dan kasusnya dilaporkan dari lebih banyak negara.
Botulisme pada luka merupakan tipe botulisme yang paling jarang terjadi. Penyakit timbul ketika C. botulinum , baik secara tunggal maupun bersama dengan mikroorganisme lain, menginfeksi luka dan menghasilkan racun yang menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah. Makanan tidak terlibat dalam botulisme tipe ini.
Kategori botulisme yang belum diklasifikasikan melibatkan kasus pada orang dewasa di mana makanan tertentu atau luka sebagai sumber infeksi tidak dapat diidentifikasi. Diduga, beberapa kasus botulisme yang termasuk kategori ini mungkin disebabkan oleh pertumbuhan C. botulinum di dalam usus orang dewasa, yang menghasilkan racun secara in vivo (di dalam tubuh). Laporan dalam buku-buku kedokteran menunjukkan adanya botulisme yang mirip dengan botulisme pada bayi, tetapi terjadi pada orang dewasa. Dalam kasus-kasus ini, pasien sebelumnya pernah menjalani pembedahan saluran pencernaan dan atau perawatan dengan antibiotik. Diduga bahwa perawatan-perawatan tersebut dapat mengubah komposisi normal flora usus dan memungkinkan C. botulinum untuk tumbuh dan berkembang biak di dalam usus.
Dosis infektif – sangat sedikit (beberapa nanogram) racun dapat menyebabkan penyakit. Racun ini merupakan salah satu racun paling kuat yang dikenal di alam.
Gejala-gejala botulisme karena makanan umumnya dimulai 18-36 jam setelah konsumsi makanan yang mengandung racun, walaupun kasus-kasus yang ada bervariasi antara 4 jam hingga 8 hari. Gejala awal keracunan terdiri dari rasa lelah, lemah, dan vertigo, yang biasanya diikuti dengan penglihatan berganda dan kesulitan bicara dan menelan yang meningkat. Kesulitan bernapas, rasa lemah pada otot-otot lain, perut kembung dan konstipasi (sembelit) juga merupakan gejala yang sering terjadi.
Gejala klinis botulisme pada bayi terdiri dari konstipasi yang terjadi setelah masa pertumbuhan yang normal. Gejala ini diikuti dengan hilangnya nafsu makan, mengantuk, lemah, keluarnya air liur, dan tangis yang keras, serta nyata adanya kehilangan kontrol pada bagian kepala. Perawatan yang disarankankan meliputi tindakan untuk mencegah, mengendalikan, atau menyembuhkan komplikasi dan efek samping yang mungkin terjadi sehingga pasien merasa lebih nyaman (supportive care ).Perawatan dengan obat-obatan antimikrobial tidak dianjurkan.
E.     Diagnosis
Walaupun botulisme dapat didiagnosis dengan gejala klinis saja, penyakit ini mungkin sulit dibedakan dari penyakit-penyakit lainnya. Cara paling langsung dan efektif untuk memastikan diagnosis klinis botulisme di dalam labotarorium adalah dengan memeriksa adanya racun dalam serum atau kotoran pasien atau dalam makanan yang dikonsumsi oleh pasien. Saat ini, metode deteksi toksin yang paling sensitif dan digunakan secara luas adalah uji netralisasi tikus ( mouse neutralization test ). Uji ini memerlukan waktu 48 jam. Pembiakan sample memerlukan waktu 5-7 hari.
Botulisme pada bayi didiagnosis dengan memeriksa adanya racun botulinal dan C. botulinum di dalam kotoran bayi.

F.     Makanan yang terkait
Makanan yang terlibat dalam kasus botulisme beragam, sesuai dengan cara pengawetan makanan dan kebiasaan makan di berbagai wilayah. Semua makanan yang mendukung pertumbuhan dan produksi racun, yang setelah pemrosesannya memungkinkan masih ada spora yang bertahan, dan sesudahnya tidak dipanaskan sebelum dikonsumsi, dapat menyebabkan botulisme. Hampir semua jenis makanan yang tidak asam (pH di atas 4.6) dapat mendukung pertumbuhan dan produksi racun oleh C. botulinum . Racun botulinal telah dibuktikan ada pada berbagai jenis makanan, seperti jagung kaleng, merica, kacang hijau, sup, bit, asparagus, jamur, buah zaitun matang, bayam, ikan tuna, ayam, dan hati ayam dan pasta dari hati ( liver pate ), dan daging olahan yang dimakan dingin ( luncheon meat ), ham, sosis, terung isi, lobster, ikan asap, dan ikan asin.
G.    Pencegahan
Pencegahan secara total tidak mungkin dilakukan. Semua makanan yang dikalengkan dan diawetkan secara komersial umumnya aman untuk dikonsumsi (semuanya telah disterilkan atau terlalu asam atau diawetkan dengan cara lain). Produk segar tidak berbahaya. Racun dapat dihancurkan pada suhu 75°-80°C, sehingga makanan yang telah dimasak dan dipanaskan aman dikonsumsi.


Minggu, 12 Januari 2014

Manisnya Iman

Manisnya iman
Bila benih keimanan mulai bersemi dalam hati
Lembut kalbu sambut panggilan illahi
Kala iman tumbuh berkembang
Langkah seiring tiada terhalang, meniti hidayah memohon rahmah
Ketika iman mulai mengakar
Semngat membkar, membela sunnah tegakkan hujjah
Kini... tiba saatnya Allah swt menguji
Siapa yang tegar bersama iman dengan sunnah tergenggam, atau
Terperosok jurang kebinasaan bersama musuh yang merugi
Panas api fitnah dan dera musibah, luka yang meradang
Atau kerasnyabadai ujian, sakitnya teraniaya serta ancaman
Marabahaya dan... sepi karena keterasingan diri
Silih berganti menghampiri coba tuk taklukan hati nurani
Awas, ikat kesabaran dan.... yang tak ingin kalah
Jangan berkata,”lelah berarti sudah!”
Mereka yang malang,
Jiwa melayang sedang balasan menghadang
Yang beruntung boleh tersenyum
Walau hati berurai air mata,
Teriring doa... isak terbata menghadap, Segera berlalulah duka...
Saat kekeringan kerongkongan karena dahaga
Dan sesak dada menahan segala
Buah yang ranum menghampiri,”Coba kau nikmati dan rasakan sepenuh hati”
Subhanallah ... manisnya Iman
Ternyata sanggup menyembuhkan luka ... melegakkan dahaga...
Menhapus air mata, bahkan.. menjanjikan pahala
Tidakkah andapun ingin mencicipi dan menikmatinya????


Sabtu, 11 Januari 2014

Vertigo

Hari ini saya pengen ngebahas tentang si vertigo . Karena kemarin, tanpa ampun dia menyerang saya.hhee.. Awalnya merasa badan fit – fit saja.. Menjelang siang, tepatnya saat saya sedang sibuk membuat artikel untuk blog, tiba – tiba saja semua benda yang ada disekitar saya berputar. Badanpun seketika drop, mual dan keringat dingin mulai keluar. Hanya bisa istighfar dan mencoba untuk tidak banyak menggerakkan kepala, karena saya yakin bahwa yang saya alami saat itu adalah vertigo yang sudah lama tidak kambuh.
Vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Kurang lebih ada 10 macam penyakit yang ditandai dengan adanya gejala vertigo. Vertigo merupakan gangguan sistem keseimbangan pada telinga bagian dalam ataupun otak. Ada beberapa penyebab umum terjadinya vertigo antara lain karena keadaan lingkungan, obat – obatan, tumor atau kanker, kelainan sirkulasi, kelainan di telingan ataupun kelainan neurologis. Faktor yang menyebabkanya bisa karena serangan migrain, karena adanya infeksi  bakteri pada saluran pendengaran, radang leher, kurangnya asupan oksigen ke otak, perubahan tekanan darah yang terjadi secara mendadak ataupun tekanan stress. Sebenarnya vertigo dibagi menjadi beberapa macam jenis, tapi mungkin saya tidak akan menjelaskan secara detail karena saya tidak expert dalam hal ini. Hhee..
Yang saya tahu, bentuk sederhana dari vertigo adalah Benign Paroxymal Positional Vertigo (BPPV) yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan karena gerakan kepala secara mendadak atau ke arah tertentu. Vertigo jenis inilah yang menyerang saya kemarin, dan jenis ini umunya tidak berat dan dapat diatasi.
Apa sih gejala dari vertigo itu? Gejala vertigo berupa rasa berputar atau benda – benda sekeliling berputar sekalipun kita tidak bergerak. Selain itu juga disertai dengan rasa mual dan lemas serta keringat dingin yang tiba – tiba keluar. Pada beberapa kasus dapat juga dijumpai diare. Biasanya jika itu hanya vertigo ringan tanpa adanya penyakit – penyakit serius maka dalam beberapa jam atau hari dapat hilang dengan sendirinya. Tapi jika sampai berbulan – bulan, perlu diwaspadai karena bisa saja ada kelainan yang terjadi di dalam tubuh. Sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.
Ada beberapa tips yang dapat membantu meringankan vertigo diantaranya melakukan latihan dari metode Brandt – Daroff, yaitu latikan membaringkan tubuh ke kiri atau ke kanan sambil sesekali duduk tegak dengan kaki tergantung. Metode ini dapat dilakukan beberapa kali sampai gejala vertigo berkurang. Yang kedua, menggerakkan bola mata ke berbagai arah secara berurutan dan juga bagi yang sudah sanggup untuk berdiri bisa mencoba untuk berjalan agar keseimbangan tetap terjaga. Yang ketiga, jika gejala belum juga teratasi mungkin kita bisa minum obat – obatan pereda vertigo. Jika kita merasa mual, minum saja air atau teh hangat. Bisa juga minum obat sejenis betahistine untuk meredakan rasa berputarnya dan domperidon/primperan dan sejenisnya untuk mengurangi rasa mual. Semua obat – obatan itu tersedia di apotek walaupun dengan berbagai merek dagang.

Nah, finish sudah. Itulah sekilas tentang vertigo yang saya alami dan saya ketahui. Semoga saja teman – teman tidak merasakannya, karena walau bagaimanapun Sehat itu tetaplah yang ternikmat. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Dari rasa sakit itu, saya jadi lebih aware untuk menjaga kesehatan tubuh saya sendiri. Semoga bermanfaat :D Tetap hidup sehat yaa..

Jumat, 10 Januari 2014

Re-defining Impossible !

Terkadang jika ada hal yang sulit untuk dicapai, diselesaikan atau jauh dari logika, banyak yang beramsumsi bahwa itu impossible.. Padahal sudah gamblang Allah menjelaskan dalam kitab-Nya bahwa Dia tidak akan membebani kita melebihi batas kemampuan ummat-Nya (QS Al – Baqarah : 268).. Dan itu berarti Allah telah memberikan sesuatu yang pastinya bisa kita lewati dan bisa kita jalani. Impossible is a sum of possibilites, if we are willing to do the possibilities, the impossible is NOTHING!.. Yah, begitulah adanya. Kemustahilan itu merupakan gabungan dari hal – hal yang mungkin saja terjadi, jika kita mau melakukan hal yang mungkin tersebut maka kemustahilan itu akan menjadi mungkin. Benar saja, ada seorang anak yang mampu menghafal 30 juz, atau hal – hal lain yang menurut kita impossible tapi nyatanya bisa dilakukan oleh orang lain. Jika  kita mau berusaha sedikit lebih keras dan cerdas, saya yakin apapun yang dianggap tak mungkin akan menjadi mungkin. Example, kita memimpikan untuk menjadi seorang writepreneur terkemuka. Jangan langsung buru – buru mengatakan ‘impossible ah”, “yo ga mungkinlah, nulis aja masih amburadul gini kok..” etc. Saya saja yang belum fasih dalam mengatur kalimat dan kata yang tepat yakin kok kalau suatu saat Allah kabulkan mimpi saya buat jadi writepreneur.hhee. Hanya saja, tentu membutuhkan adanya proses untuk mencapai itu.. Bisa di bilang kita harus benar – benar expert di bidang tulis menulis. Dan pastinya, jika kita ingin menjadi expert di bidang tertentu kita harus terus menerus berlatih.. Yups, repetititon yang akan membentuk habits (kebiasaan). Semakin kita ingin menjadi ahli dibidang tertentu makan semakin banyak waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk mencapai itu. Riset membuktikkan bahwa setidaknya diperlukan 10.000 jam untuk bisa mencapai kata expert tersebut. Dan bisa dibayangkan berapa tahun yang kita perlukan untuk menjadi expert di bidang yang kita tekuni. Singkat cerita, Action sajalah.. Tidak usah membumbui fikiran dengan kata impossible atau kata – kata negatif lainnya. Ingat ya, Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Jadi ketika ada kata – kata negatif yang keluar dari mulut kita, alam bawah sadar akan merekamnya dan benar saja kata – kata itu terjadi karena secara tidak langsung itu menjadi doa – doa kita.. Kalau kata Ust. Felix, action itu pertanda kesungguhan. Ia pembeda antara khayalan dan impian, juga pembeda antara orang munafik dan beriman. Sekali lagi bukan mimpi – mimpi kita yang impossible, tapi seberapa besar niat kita dalam memperjuangkan dan mencapai mimpi – mimpi itu.. Yuk mulai berfikir positif and Re-defining Impossible! :D
Impossible is just a big word thrown around
By small men who find it easier
To live in the world they’ve been given
Than to explore the power they have
To change it
Impossible is not a fact. It’s an opinion
Impossible is not a declaration. It’s a dare
Impossible is potential. Impossible is temporary
Impossible is nothing!

(Muhammad Ali)

Rabu, 08 Januari 2014

Ketika Hati rindu Menikah

“ndug, kalau nanti tiba – tiba ada laki – laki yang mengkhitbah dirimu gimana?”, pertanyaan itu masih terngiang – ngiang di telinga. Mungkin saja si tante hanya bergurau, tapi bagiku itu pertanyaan yang cukup merisaukan. Entah harus bagaimana menjawabnya, tapi didalam lubuk hati pastilah ingin menjawab “wanita mana yang tidak ingin menikah te”. Sayangnya jawaban itu hanya sekedar ucapan hati yang tertahan. Belum juga pertanyaan itu berlalu dari hadapan, tadi sore ada SMS yang tidak kalah mengejutkan. “ Dek, mau ga ta’arufan sama teman.. Ada yang sedang mencari calon istri, usianya 24 tahun dan Insya Allah soleh. Syaratnya bagi dia cukup melihat foto dan berhijab sempurna sebagai bekal untuk mengkhitbah, nadzarnya menikah syawal tahun ini”.. Dueerr, lagi – lagi hati saya meledak seketika. Terlalu berlebihan memang, tapi ya begitulah yang saya rasakan. Masih dalam kondisi amat pusing dan setengah sadar sehabis tidur siang, saya masih mencoba memahami SMS itu. Betul tidakkkah SMS itu, atau yang saya alami sekarang hanya mimpi disiang terik? Dan benar saja, this is real.. Bukan hayalan, bukan mimpi. Sejenak saya berfikir, menimbang – nimbang untuk membalas SMS tersebut. Kemudian saya putuskan untuk SMS Asfi ( si sahabat cute) dan menanyakan bagaimana sebaiknya saya menyikapi hal ini.. “semua terserah desi, kalau dirasa sudah siap membina rumah tangga usia muda kenapa tidak mencobanya? Tapi kalau masih belum ada kesiapan dan orang tua belum mengizinkan, yasudah.. Allah lebih tahu yang terbaik untuk ummat-Nya”.. Dia (Asfi) memang begitu dewasa, tak pernah berubah sejak zaman kuliah.hhe. Selalu bisa memberikan solusi dan selalu bisa memposisikan diri.. Setelah beberapa saat, saya putuskan untuk membalas SMSnya.. “Afwan mbak sebelumnya, bukan saya tidak mau.. Tapi orang tua belum mempercayai dan mengizinkan saya membina rumah tangga”.. Setengah hati masih terasa berat.. Teringat lagi kata seseorang, “jika ada laki – laki soleh yang mengkhitbahmu maka terimalah agar tidak timbul fitnah”.. Ya Allah, gamang rasanya..
“Wanita mana yang tidak ingin menikah”
Terkadang saya berfikir, apakah kelak saya bisa menikah dengan lelaki soleh? Fikiran pesimis selalu muncul ketika di hadapkan masalah hati ini.. Kadang hati menangis, sembari menguatkan diri.. “Ya Allah, tunjukkanlah jalan terbaik-Mu.. Aku begitu merindukan sosok itu. Ya Allah, tak pantaskah aku mendapatkan dia yang baik menurut-Mu?” Kata – kata itu berulang menghiasi hati dan fikiran. Sampai sekarang saja saya masih berjuang untuk hijab, sekian lama tak ada restu untuk mengenakannya.. belum juga masalah ini kelar, apa iya saya harus menambah masalah dengan mengatakan kepada orang tua bahwa saya ingin menikah. Niat menyempurnakan separuh agama itu sudah begitu kuat, tapi entah kenapa sampai detik ini fikiran dan hati kedua orang tua saya masih terkunci..
Tapi selayaknya manusia yang meyakini akan kuasa Tuhan-nya, pastilah saya tidak ingin terus menerus memerihkan hati saya sendiri.. Selalu saya yakini, bahwa entah kapan itu pasti akan ada jalan keluar.. Masalah berhijab dan juga pendamping hidup.. Saya selalu percaya, bahwa Allah tidak tidur, dia tidak membiarkan ummat-Nya menghadapi rintangan sendiri. Ada masa dimana saya akan menemukan jodoh terbaik pilihan Allah.. Walaupun entah kapan itu, tapi saya tetap percaya. Mungkin memang bukan saat ini waktu terbaik yang Dia pilihkan.. Mungkin juga saya yang harus lebih introspeksi diri, membenahi setiap kesalahan dan kekurangan yang ada agar kelak dipantaskan bersanding dengan pangeran impian yang saat ini tak tahu berada dimana..
Ya Allah, Engkau Dzat Yang Maha Mendengar..
Engkau pula Dzat yang Besar, dan Dzat Yang Maha Segala..
Jika bagiku itu tak mungkin, maka bagi-Mu tak ada yang tak mungkin..
Jika bagiku itu sulit, maka tak ada bagi-Mu yang tak mudah..
Betapa aku merindukan sosok itu, sosok dia yang akan
Datang membawa janjinya dihadapan-Mu kelak..
Yang akan memintaku untuk dibawanya ke perahu mahligai cinta..
Yang akan menuntunku berjalan, melewati arus dan hujan..
Hanya untuk menggapai ridha dan cinta-Mu..
Ya Allah, jika saat ini aku masih terlalu tak baik untuknya, maka
Jadikan aku wanita yang baik, yang kelak akan menghilangkan rasa lelahnya
Jika dia belum membaikkan diri untukku, maka jadikanlah dia lelaki yang baik..
Yang akan menyeka air mata ketika lara..
Jauh sebelum Kau satukan aku dengannya, akupun sudah mulai
Belajar mencintainya, dengan semua yang ada pada dirinya..
Jauh sebelum Kau pertemukan aku dengannya, akupun sudah
Belajar untuk menjadi yang dia damba..
Ya Allah, aku menantinya begitu sabar, karena aku tahu
Kau pasti menjaganya, di tidur lelap dan setiap detang jantungnya..
Selipkanlah nama-Mu di hatinya, agar kelak jika dia sudah
Menemukanku, dia tak penuhi hatinya dengan ilusiku..
Tapi jadikanlah separuh hatinya hanya untuk mencintai seorang wanita seperti diriku
Aku menunggu jawaban dari langit-Mu, selalu
Agar Kau pertemukan aku dengannya di waktu yang indah..
Aamiin